spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
spot_img

IPK Indonesia Turun ke 34, Transparency International Indonesia: Novel Baswedan Minta Pemerintah Perkuat KPK

KNews.id – Jakarta – Transparency Internasional Indonesia (TII) merilis skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia sebesar 34 pada 2025. Skor tersebut membuat Indonesia berada di peringkat 109 dari 180 negara.

Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menilai, hal tersebut sangat memprihatinkan karena bisa mempengaruhi banyak hal.

- Advertisement -

“Dampak dari turunnya IPK ini sangat besar, terutama pada kepercayaan internasional (dunia usaha) terhadap kepastian hukum dan iklim usaha di Indonesia, yang hal tersebut akan berdampak langsung pada investasi dan industri,” ujar Novel kepada wartawan, dikutip Senin (16/1/2026).

1. Pemerintah harus beri perhatian serius

Novel menilai tren tersebut akan terus menurun melihat segala permasalahan yang ada saat ini. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah memberikan perhatian serius.

- Advertisement -

“Pemerintah seharusnya memandang persoalan ini sangat serius, dan tidak membiarkan dampak ini terus terjadi,” ujarnya.

2. Kembalikan UU KPK lama

Menurut Novel, salah satu upaya tercepat yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan memperkuat KPK. Caranya adalah dengan mengembalikan UU KPK lama.

“Upaya yang paling cepat dilakukan adalah dengan penguatan KPK, dan diawali dengan mengembalikan UU KPK ke UU sebelumnya,” ujarnya.

3. Indeks persepsi korupsi nasional anjlok

Diketahui, TII merilis skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia sebesar 34 pada 2025. Skor tersebut membuat Indonesia berada di peringkat 109 dari 180 negara. Dibandingkan 2024, skor dan peringkat Indonesia turun. Pada 2024 skor IPK Indonesia sebesar 39 dan berada di peringkat ke-99.

(NS/IDN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini