KNews.id – Jakarta – Nama influencer keuangan Timothy Ronald sedang hangat diperbincangkan publik, menyusul laporan polisi atas dugaan penipuan investasi kripto. Laporan ke Polda Metro Jaya dilayangkan oleh sejumlah pihak yang mengaku sebagai member Akademi Crypto, sebuah forum edukasi yang didirikan oleh Timothy dan rekannya, Kalimasada.
Informasi tersebut mencuat melalui unggahan akun Instagram @skyholic888, akhir pekan kemarin. Dalam unggahannya, akun itu mengklaim ada sekitar 3.500 orang yang ditaksir mengalami kerugian dengan total nilai lebih dari Rp 200 Miliar.
Meski sempat diselimuti rasa takut, korban akhirnya berkumpul dalam satu grup dan sepakat menempuh jalur pelaporan resmi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto membenarkan adanya laporan terkait kripto yang ditujukan untuk Timothy Ronald.
“Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor berinisial Y,” kata Bhudi saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026). Bhudi menuturkan, saat ini laporan tersebut dalam tahap awal penanganan. Lantas, siapa sih sebenarnya sosok Timothy Ronald itu? Simak profilnya.
Gen Z yang terjun ke dunia investasi
Sosok Timothy Ronald sudah tidak asing lagi di dunia aset kripto atau cyptocurrency yang tengah berkembang di Indonesia. Hal tersebut tak luput dari kisah Timothy yang kerap disorot publik, terutama mengenai perjalanannya menggeluti dunia investasi dari nol.
Pria yang dijuluki Raja Kripto Indonesia tersebut lahir di Tangerang Selatan pada 22 September 2000, sebagaimana catatan Antara, Jumat (8/8/2025). Sebelum menekuni dunia investasi aset kripto, Timothy sempat menjalani beberapa usaha, mulai dari menjual minyak rambut hingga menjadi agen properti.
Berbagai usaha tersebut dilakoni demi memenuhi kebutuhan keluarga. Dari sana, Gen Z berusia 25 tahun tersebut juga menyisihkan penghasilan untuk berinvestasi Bitcoin sejak 2015.
Keputusan itulah yang diyakini menjadi langkah awal membangun namanya di dunia aset digital.
Sempat drop out hingga bangun edukasi finansial
Perjalanan hidup Timothy Ronald menuju dunia aset digital tak lepas dari berbagai dinamika. Selasa (16/1/2024), Timothy sempat mengambil keputusan untuk keluar atau drop out pada semester satu di perguruan tinggi.
Bukan tanpa pertimbangan, langkah itu diambil karena Timothy harus memprioritaskan waktunya untuk membangun platform edukasi finansial Ternak Uang. Usahanya pun tak berakhir sia-sia, platform edukasi yang ditempanya menembus peringkat ke-9 di Linkedin Top Startup 2022 dengan menggandeng ratusan karyawan.
Dari sana, banyak mata yang meliriknya, termasuk para deretan investor. Saat berusia 19 tahun, Timothy mendapat perhatian banyak konglomerat di dunia investasi, salah satunya Sandiaga Uno.
Dirikan Akademi Crypto bersama Kalimasada
Setelah membangun edukasi finansial, Timothy melebarkan sayapnya ke pembelajaran investasi kripto. Timothy bersama sang partner Kalimasada membentuk wadah pembelajaran kripto yang dinamai dengan Akademi Crypto pada 2022 silam.
Melalui ruang ini, Timothy ingin berbagi ilmu agar generasi muda punya bekal yang pas dan tidak asal jalan. Peminatnya pun tak main-main, perusahaan yang dibangun Timothy dan Kalimasada berhasil menyedot perhatian ratusan ribu investor dan trader aset kripto.
Dikutip dari situs resmi Akademi Crypto, perusahaan ini menyediakan 1000 modul pembelajaran mengenai trading, investasi, manajemen portofolio, teknologi blockchain, hingga cara programming quantitative trading.
Untuk menjangkau para pesertanya, mereka juga menjalankan pelatihan lewat jejaring sosial, seperti Youtube dan Discord.
Dijuluki “The Next Warren Buffett Indonesia”
Keberanian menekuni dunia investasi membuat nama Timothy Ronald sering disandingkan dengan Warren Buffett, sosok legendaris di dunia investasi saham. Kamis (28/8/2025), nama Timothy semakin dikenal saat diketahui membeli 11 juta lembar saham Bank Central Asia (BBCA).
Gaya investasinya yang konsisten dengan penekanan pada analisis fundamental dan jangka panjang, membuat Timothy dijuluki sebagai “The Next Warren Buffett Indonesia”. Menurut Timothy, investasi bukan sekadar mengejar keuntungan cepat, namun juga bagaimana menerapkan kesabaran dan disiplin jangka panjang.
Dilaporkan kasus penipuan investasi kripto
Namun sorotan positifnya kini bergeser seiring munculnya kasus kontroversial di sosial media. Timothy dan rekannya Kalimasada dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi trading mata uang kripto.
Keduanya dilaporkan atas dugaan penipuan dengan modus penawaran investasi pada sejumlah aset kripto. Kabar tersebut sudah dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto.
“Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor berinisial Y,” beber Budhi dilansir dari Kompas.com, Minggu (11/1/2026).
Saat ini, pihak kepolisian akan segera melakukan penyelidikan untuk mendalami laporan yang diterima. Selain itu, polisi berencana akan memanggil pelapor untuk mengumpulkan keterangan dan melakukan analisis lebih lanjut.




