Oleh : Sutoyo AbadiĀ
KNews.id – Jakarta 27 Januari 2026 – Antek punya makna pada seseorang atau negara yang diperalat oleh pihak lain. Boneka, kata ini punya makna kiasan sebagai orang atau negara yang dimanipulasi pihak lain, seperti boneka politik. Kacung, mengandung makna sebagai pesuruh, pelayan, atau jongos.
Prabowo Subianto telah menandatangani piagam Board of Peace (BoP) bentukan Donald Trump di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. Langkah ini dianggap sebagai komitmen Indonesia untuk memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan di Gaza.
Sean LeeĀ – asisten profesor ilmu politik di Universitas Amerika di Kairo, mengatakan bahwa “Pemerintahan kolonial Gaza yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair adalah sejarah sebagai lelucon”.
Board of Peace (BoP) tidak akan menghukum Israel karena melakukan genosida, rencana tersebut justru memberi Israel lebih banyak wilayah dalam bentuk “zona penyangga” yang sepenuhnya mengelilingi Jalur Gaza.
Board of Peace (BoP ) justru akan bertujuan melegitimasi dan mensubkontrak pendudukan brutal Israel.
Board of Peace (BoP ) tidak akan menghentikan mereka yang saat ini melakukan genosida di Gaza dilucuti senjatanya dan dideradikalisasi, justru para korban genosida itulah yang membuat dilucuti senjatanya dan dideradikalisasi.
Keputusan tergesa-gesa ini berisiko melemahkan mandat KAA, GNB, OKI, dan Liga Arab, plus bertentangan UUD 1945 soal self-determination Palestina. Ini bisa memicu protes kelompok pro-Palestina dan aktivis HAM domestik yang anggap RI kehilangan kredibilitas Bebas Aktif
Pola pikir pemerintah saat ini telah terjebak dalam āpenjajahan pemikiranā karena terus menekankan jaminan keamanan bagi Israel di tengah genosida yang masih berlangsung di Gaza.
Berkali kali – kali mendengar Presiden Prabowo Subianto mengatakan kita harus menjamin keamanan Israel, saat kekejaman di Palestina terus dilaporkan oleh berbagai lembaga dunia adalah sesuatu yang menjijikkan dan tidak masuk akal. Ini bukan hanya tidak normal, ini cara berpikir yang sesat.
Beberapa pakar khawatir RI jadi “antek, boneka atau kacung asing” tanpa agenda jelas, plus iuran anggota US$1 miliar untuk status permanen (belum jelas sumber APBN 2026). Kalau akan menggunakan uang APBN ternyata untuk membantu Zionis Israel genosida di Gaza, itu sangat mengerikan.
Ini jelas-jelas sesat pikir, bagaimana mungkin Board of Peace menyediakan solusi bagi Palestina kalau isinya orang-orang yang selama ini memberikan legitimasi hukum pembunuhan masal di Gaza sehingga PBB tidak bisa bergerak.
Saat ini Indonesia sedang mengalami āpenjajahan pemikiranā. Pemerintah dipaksa untuk tidak bisa berpikir normal bisa terperangkap sebagai antek, boneka dan kacung asing.
(FHD/NRS)




