spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
spot_img

Mungkinkah Indonesia Akan Pecah?

Oleh : Sutoyo Abadi 

KNews.id – Jakarta, Telah terjadi pada rezim sebelumnya terapi sejak era rezim Jokowi Indonesia diserahkan ke oligark . Oligarki menguasa penuh Indonesia secara defacto _James Riyadi is the President of Indonesian.

- Advertisement -

Rasanya juga tidak salah baca, James Riyadi  dalam tajuk tulisan “Eksistensi Rakyat China di Indonesia akan mengeliminasi pribumi Indonesia dalam kurun 10 tahun mendatang. Pernyataan tersebut diunggah oleh akun Facebook “Informasi Kegubernuran 9 Naga”, seperti dilihat terkini.id pada Kamis, 6 Mei 2021.

Pernyataan lengkapnya Berikut terkini.id telah merangkumnya :

- Advertisement -

Pandemi Covid-19 membawa keberuntungan bagi Rakyat China. Migrasi besar-besaran rakyat RRC menuju Indonesia aman terkendali. Selama pandemi yang dimulai pada akhir tahun 2019 – 2020 – 2021 terdapat 1.238 penerbangan dari RRC tujuan Indonesia melalui bandara-bandara internasional maupun bandara-bandara kecil di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara 933 kapal-kapal besar aku dan sedang telah sukses membawa para emigran melalui pelabuhan-pelabuhan besar dan pelosok di Indonesia. Program presiden Jokowi pada tahun 2014 yaitu membuka 10 juta lapangan kerja bagi rakyat China telah melebihi kuota.

Hingga tahun 2021 ini melampaui 17 juta rakyat China telah berdiam di seluruh pelosok-pelosok wilayah Indonesia. 125 perusahaan konglomerasi 9Naga menjamin kesejahteraan seluruh emigran beserta keluarganya untuk menetap dan menjadi WNI.

“Eksistensi Rakyat China akan mengeliminasi pribumi Indonesia dalam kurun 10 tahun mendatang.”. Ada yang coba akan menyangkal ( itu hoak ) tetapi fakta bicara apa adanya

Belum terkonfirmasi dengan  analisa  Prabowo Subianto mengutip novel Ghost Fleet yang meramalkan Indonesia bakal bubar pada 2030. Hanya jarak waktu 1021 – 2030, waktunya sama 10 tahun.

Jauh hari, Presiden Megawati Sukarnoputri juga memperingatkan, bahwa Indonesia dapat menjadi apa yang disebutnya “Balkan di Hemisfer Timur” kalau rakyatnya tidak berusaha lebih keras untuk menjaga kesatuan negara, ( pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2001).

- Advertisement -

Bahkan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) sebelumnya  pernah mengungkapkan lebih rinci “lima skenario masa depan Indonesia”.

  • Pertama, Indonesia diramalkan akan mengalami nasib terpecah seperti yang terjadi di kawasan Balkan. Menjadi banyak negara kecil-kecil, karena munculnya sentimen kedaerahan yang kuat di mana-mana.
  • Kedua, Indonesia berubah menjadi negara Islam bergaris keras, karena munculnya sentimen keagamaan yang ingin meminggirkan ideologi Pancasila.
  • Ketiga,  Indonesia akan berubah menjadi negara semi otoritarian yang arahnya tak jelas.
  • Keempat, Indonesia akan berjalan mundur alias kembali memperkuat negara otoritarian.
  • Kelima, Indonesia diramalkan menjadi negara demokrasi, terutama negara demokrasi yang stabil dan terkonsolidasi.

Hanya sedikit yang meramalkan bahwa Indonesia bisa menjalankan skenario kelima. (14 Agustus 2009, terekam di halaman 95 buku SBY Superhero karya Garin Nugroho. )

Dalam kondisi kacau rakyat berharap banyak Presiden Prabowo akan bisa mengatasi keadaan dengan cepat, dan rakyat telah menyatakan baiat akan membersamai kebijakan tugasnya menyelamatkan Indonesia.

Kenyataan Presiden Prabowo Subianto belum memberikan respon nyata dengan tindakan riil untuk mengatasi SDA yang telah dalam kekuasaan asing, TKA ilegal dari Cina yang sangat membahayakan kedaulatan negara. Resonansinya dalam setiap pidatonya sebagai Presiden masih masih terperangkap berisi janji seperti masih berkampanye.

Keadaan tidak semakin membaik situasi semakin memburuk, sinyal perang antar etnis di indonesia terasa sulit dihindari karena kekacauan ekonomi dan politik di indonesia  dari pergantian Pax Americana ke Pax China tidak akan terhindarkan.

Peristiwa terlambat bahkan terasa banyak sabotase dan pencitraan pejabat terkait untuk mengatasi banjir di Sumatra, telah menimbulkan rasa kecewa, bahkan beberapa daerah berkeinginan merdeka dari pada menjadi korban para pejabat negara yang telah menjadi Jogos penjajah gaya baru ( kapitalis hitam ) dan kekuatan kuning dari utara.

Keadaan diperparah tanpa penanganan cepat sumber daya alam telah dikuasai asing, pengrusakan hutan makin masif terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan paska banjir ada potensi wilayah terdampak akan menjadi rebutan mafia tanah

Kemarahan rakyat makin menggumpal segala kemungkinan mudah terjadi, justru ketika negara sedang berjalan tanpa arah dan kompas setelah berlakunya UUD 2002.

Tidak segera kembali pada Pancasila dan UUD 45 ( asli ) huru hara tidak bisa di hindari sudah sangat dekat te Lo prjadi perang antar etnis bahkan perang saudara  dan Indonesia pecah benar benar akan terjadi lebih cepat. Wallahu’lam.

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini