KNews.id – Jakarta, Ijazah Jokowi yang diuji Puslabfor Bareskrim Polri, tercium aroma hasilnya ijazah Jokowi konon akan dikatakan asli, agar urusan ini segera selesai, ribut – ribut segera bubar.
Itu maunya Jokowi yang merasa di hinakan sehina – hinanya dan direndahkan serendah – rendahnya, maka telah keluar instruksinya urusan dugaan ijazah palsu harus segera selesai. Maka Polri bergerak cepat secepat – cepatnya, konon arah andingnya harus sesuai instruksi Tuannya.
Polri disini adalah “politik rekayasa titipan” rakyat sudah paham predikatnya sebagai Parcok (Partai Coklat). Personil, sifat, kelakuan dan cara kerjanya tetap sama melindungi dan memenangkan Jokowi apapun urusannya.
Parcok sedang mendapatkan orderan politik, orientasi politik Parcok harus sesuai pemesan. Jokowi berani lapor polisi artinya skenario sudah beres dan aman. Audit forensik terhadap ijazah Jokowi, bisa diatur. Persis akan sama dengan Pilpres 2024, kemenangan dan angka hasilnya sudah di tentukan sebelum Pilpres di laksanakan.
Aspirasi audit forensik ijazah Jokowi
Mestinya melibatkan sejumlah pihak yang independen dalam proses audit forensiknya, pasti akan dianggap aspirasi sampah karena hanya akan mengganggu kerja Parcok. Kerja Parcok sebenarnya sudah selesai. Kalkulasi rekayasa Jokowi akan ada korban kriminalisasi, karena semua proses hanya akan dijadikan sarana legalisasi penahanan tersangka
Ingat kalau sampai terjadi penahanan, urusan penahanan itu hanya sementara. Perjuangan para pendekar kebenaran tidak akan sia. Issue ijazah palsu yang diduga kuat memang palsu akan terus menerpa dan menerjang Jokowi sampai tumbang
Kebenaran anding akhirnya pasti akan jadi pemenang. Karena kebenaran memiliki watak tidak bisa memudar oleh waktu dan tidak goyah oleh rekayasa kebohongan. Kebenaran tidak bergantung pada penerimaan manusia untuk menjadi benar—ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk diakui sebagai kebenaran.
Sejarah telah membuktikan selalu terjadi pembela kebenaran di kalahkan untuk sementara waktu tetapi waktunya waktunya akan menang menggilas kebatilan, kebohongan dan kejahatan. Kebenaran akan menapaki jalannya sendiri—tanpa sensasi, tanpa paksaan, akan menembus kabut dusta, rekayasa dan kebohongan.
Itu nash dari Tuhan bahwa kebenaran tidak akan bisa di kalahkan, kekalahan kebenaran hanyalah ilusi sementara. Karena di ujung jalan, kebohongan akan kelelahan mempertahankan sandiwara, pada saat yang tepat kebenaran akan menyeruak menjadi kekuatan dahsyat menyapu meluluh lantakan kebatilan.
Jokowi boleh tepuk tangan dari hasil rekayasa culas bersama Parcok, tapi ingat kebenaran tidak akan mencari tepuk tangan karena itu hak Tuhan.
Selamat berjuang Tuah Rismon Hasiholan Sianipar, Roy Suryo , Tifauzia Tyassuma dan Rizal Fadhilah dkk. Tuan – tuan sebagai pejuang dan pembela kebenaran, berdiri tegak dan bergerak tegar di depan. Pejuang tak kenal menyerah, InsyaAllah rakyat Indonesia akan membersamami dan Tuhan akan melindungimu.
(FHD/NRS)





