KNews.id – Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya buka suara mengenai alasan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter di Jakarta. Teddy menggarisbawahi harga BBM nonsubsidi memang harus mengikuti harga minyak dunia.
Perlu diketahui, harga minyak dunia memang mengalami fluktuasi usai meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, pada pekan ini, harga Minyak West Texas Intermediate turun hampir 3% pada pembukaan menuju US$85 per barel setelah ditutup 2,6% lebih rendah pada Kamis. Brent ditutup di dekat US$90. Harga minyak terus turun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini.
“[Sementara] harga BBM bersubsidi Pertalite dan Solar tidak naik. Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan,” ujar Teddy dalam unggahan di akun Instagram Sekretariat Kabinet, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Walaupun naik, kata Teddy, harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan dengan BBM dengan nilai oktan atau Research Octane Number (RON) 92 atau 95 di negara lain. Sebagai gambaran, Filipina sebesar Rp22.158; Laos sebesar Rp31.945; Thailand sebesar Rp28.910; Myanmar sebesar Rp25.085; dan Singapura sebesar Rp42.971.
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) mengungkapkan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah dan mengevaluasi harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti aturan yang berlaku.
“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Roberth dalam siaran pers, Rabu (10/6/2026).
“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” tegas Roberth.
Harga BBM Pertamina per Liter
Sumatera
- Pertamax: Rp16.650-Rp17.000
- Pertamax Turbo: Rp21.200-Rp21.650
- Pertamax Green 95: –
- Dexlite: Rp23.500-Rp24.000
- Pertamina Dex: Rp25.350-Rp25.900
Jawa
- Pertamax: Rp16.250
- Pertamax Turbo: Rp20.750
- Pertamax Green 95: Rp17.000
- Dexlite: Rp23.000
- Pertamina Dex: Rp24.800
Bali & Nusa Tenggara
- Pertamax: Rp16.250
- Pertamax Turbo: Rp20.750
- Pertamax Green 95: –
- Dexlite: Rp23.000
- Pertamina Dex: Rp24.800
Kalimantan
- Pertamax: Rp16.650-Rp17.000
- Pertamax Turbo: Rp21.200-Rp21.650
- Pertamax Green 95: –
- Dexlite: Rp23.500-Rp24.000
- Pertamina Dex: Rp25.350-Rp25.900
Sulawesi
- Pertamax: Rp16.650
- Pertamax Turbo: Rp21.200
- Pertamax Green 95: –
- Dexlite: Rp23.500
- Pertamina Dex: Rp25.350
Maluku & Papua
- Pertamax: Rp16.650
- Pertamax Turbo: –
- Pertamax Green 95: –
- Dexlite: Rp23.500
- Pertamina Dex: Rp25.350





