KNews.id – Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap persaingan dalam mencari kerja yang makin ketat, terutama di Jakarta.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta beberapa kali mengatasi kondisi itu dengan membuka lowongan pekerjaan, baik sebagai penyedia jasa lainnya perorangan (PJLP) maupun melalui program padat karya. Setiap kali dibuka, jumlah pendaftarnya bisa mencapai 100 ribu orang dalam sehari.
“Begitu ada lowongan pekerjaan yang dibuka, apakah itu PJLP ataupun apapun, dalam satu hari yang daftar bisa 100.000 lebih. Dalam satu hari,” kata dia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).
Menurut Pramono, sebagian dari para pelamar yang mendaftar pekerjaan itu memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Bahkan, hampir 30 persen pelamar untuk lowongan sebagai petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) atau Pasukan Oranye bertatus PJLP di Jakarta merupakan sarjana.
“Karena sekarang adalah era teknologi, begitu dibuka, semua orang punya kesempatan untuk mendaftar. Bahkan untuk Pasukan Oranye sebagai contoh, yang dulu syaratnya SLTA, saya sengaja turunkan syaratnya tinggal SD. Yang daftar adalah hampir 30 persen sarjana,” kata dia.
Menurut dia, fenomena itu menunjukkan bahwa kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Sebab, tidak mungkin seorang lulusan perguruan tinggi mau melamar menjadi petugas PPSU jika memiliki kesempatan kerja yang lain.
“Artinya apa? Artinya memang kondisi dunia, ekonomi global sedang tight sekali,” kata dia.
Di tengah kondisi itu, Pramono memastikan, Pemprov DKI Jakarta berupaya menggunakan penerimaan pajak untuk mendukung masyarakat melalui sejumlah program, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Menurut dia, ketiga sektor tersebut sebagai prioritas pemerintahannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus di tengah ketimpangan sosial di ibu kota.
“Secara khusus saya ingin menyampaikan kepada bapak ibu saudara-saudara sekalian yang ada di Jakarta, yang bayar pajak di Jakarta, semua hal yang berkaitan dengan pembayaran pajak di Jakarta, saya dan Bu Lusi (Kepala Bapenda) pasti akan bisa mempertanggungjawabkan itu,” ujar dia.






