KNews.id – Jakarta 6 Februari 2026 – Kedatangan Al-Mahdi sebagai salah satu tanda besar menjelang Hari Kiamat telah lama menjadi pembahasan penting dalam khazanah Islam. Sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW menjelaskan ciri-ciri, nasab, serta peran Al-Mahdi sebagai pemimpin yang akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi kezaliman.
Berikut lima hadits yang kerap dijadikan rujukan ulama terkait kemunculan Al-Mahdi di akhir zaman, sebagaimana dijelaskan Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Asyratus sa’ah al-hasyru wa qiyamus sa’ah.
Mantan Staf Menag Gus Alex Diperiksa KPK Lagi Usai Jadi Tersangka Kuota Haji PPATK: Perputaran Dana Emas Ilegal di Indonesia Nyaris Seribu Triliun Rupiah
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dunia ini tidak akan berakhir, sampai bangsa Arab dipimpin seorang laki-laki dari ahli baitku (keluargaku) yang namanya sama dengan namaku.” (HR Imam At-Tirmidzi dan Imam Abu Dawud)
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Andai dunia hanya tersisa satu hari, pasti Allah akan memanjangkan hari itu, sampai Dia mengutus seorang laki-laki dariku atau dari keluargaku yang namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan kebajikan dan keadilan, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi dengan kesewenangwenangan dan kelaliman sebelum itu.” (HR Imam Abu Dawud)
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Al-Mahdi berasal dari keluargaku, keningnya lebar, dan hidungnya mancung. Ia akan memenuhi bumi dengan kebajikan dan keadilan, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kelaliman sebelum itu. Ia akan berkuasa selama tujuh tahun.” (Al-Albani mengatakan hadits ini shahih)
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Al-Mahdi akan keluar pada akhir zaman. Allah akan menurunkan hujan untuknya dan bumi akan menumbuhkan tanaman-tanaman, harta benda akan dibagikan secara tepat, banyak ternak, dan umat akan menjadi mulia. Ia hidup selama tujuh atau delapan tahun.” (HR Imam Al Hakim dalam Al-Mustadrak)
Berdasarkan hadits-hadits tersebut, Al-Mahdi digambarkan sebagai sosok dari keluarga Nabi Muhammad SAW yang akan muncul di akhir zaman untuk menegakkan keadilan dan kebaikan setelah dunia dipenuhi kezaliman.
Kehadirannya bukan sekadar figur penyelamat, tetapi bagian dari ketetapan Allah SWT sebagai tanda menjelang Hari Kiamat, sekaligus pengingat bagi umat Islam agar memperkuat iman, memperbaiki amal, dan tidak terjebak pada spekulasi waktu, melainkan mempersiapkan diri dengan ketakwaan dan akhlak yang lurus.




