KNews.id – Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai wajar penilaian beberapa pihak yang menganggap kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden RI Prabowo Subianto memuat unsur makar.
Habiburokhman menjelaskan tentara dan anggota kepolisian punya kultur yang mirip untuk patuh ke atasan.
Oleh karena itu, kata dia, ketidakpatuhan tentara dan anggota kepolisian ke atasan menjadi isu sensitif.
“Namanya insubordinasi itu sangat-sangat sensitif, ya. Tindakan tidak mematuhi pimpinan apalagi menyadap pimpinan, itu sangat-sangat sensitif,” ujar Habiburokhman ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11).
Legislator fraksi Gerindra itu menganggap wajar mumcul penilaian makar terhadap aksi Pati Polri menyadap Presiden RI dengan kultur kepatuhan anggota kepolisian ke atasan.
“Jadi, wajar kalau ada yang mengatakan, wah, ini mengarahnya ke makar,” ujar Habiburokhman.
Namun, dia sebagai orang berkecimpung di bidang hukum akan menunggu proses penyelidikan kepolisian dalam kasus penyadapan.






