Mengenai rencana akuisisi tahun depan, Ramdani menuturkan bahwa perseroan masih terus melihat dan menyesuaikan dengan ruas-ruas yang akan dilakukan asset recycling oleh Jasa Marga. “Sejauh ini, mungkin masih akan berpartisipasi di Jawa,” imbuhnya.
Adapun soal belanja modal META untuk akuisisi tahun depan, Ramdani mengaku belum bisa membeberkannya sekarang. Yang jelas, bila ada peluang, perseroan akan terus berpartisipasi karena jalan tol merupakan bisnis yang berkesinambungan.
Terlebih, secara pendanaan, META memiliki dukungan yang solid karena ditopang oleh sumber pendanaan yang kuat di tingkat lokal maupun internasional. “Mudah-mudahan, kalau ada peluang-peluang, kami bisa kembali bicara dengan mereka (Jasa Marga),” katanya.
Sementara itu, CEO PT Margautama Nusantara (MUN) Danny Hassan menambahkan, tol jalan layang MBZ sangat prospektif dengan volume trafik sekitar 400-500 ribu per hari dan tarif di kisaran Rp 20-30 ribu. MUN adalah anak usaha META.




