spot_img

Golkar Berpeluang Gabung ke Koalisi Perubahan

Kedua, Dedi menilai, Nasdem dan Golkar sudah cukup untuk mengajukan kontestan di Pilpres. Karenanya, akan jauh lebih baik jika perubahan tetap utuh dan diperkuat Golkar.

“Keuntungan Koalisi Perubahan jika mendapat dukungan Golkar, ini bisa mengancam dominasi PDIP. Golkar jauh lebih mungkin mendominasi pemilu jika dengan Nasdem daripada sendirian dengan KIB atau bahkan jika bergeser dengan PDIP,” ujarnya.

- Advertisement -

Namun demikian, jika Golkar bergabung bersama dengan Koalisi Perubahan maka dilema dalam penentuan cawapres. Mengingat, Partai Demokrat yang lebih dahulu melakukan penjajakan.

“Memang dilema jika Golkar menawarkan cawapres, karena Demokrat yang lebih dahulu menjalin hubungan dengan Nasdem miliki AHY yang dari sisi kesiapan cawapres lebih mumpuni dari Airlangga, elektabilitas AHY masuk nominasi naaional,” ujarnya.

- Advertisement -

“Tetapi, politik itu dinamis, semua bisa saja terjadi,” tambahnya.

Sementara, jika Golkar meninggalkan KIB, maka PPP lebih berpeluang merapat PDIP, sedangkan PAN lebih condong merapat bersama Gerindra.

“PAN sendiri tidak miliki banyak sejarah dengan PDIP, sehingga dimungkinkan akan menghindari koalisi dengan PDIP, mereka bisa ke Gerindra. Tetapi PPP punya hubungan panjang dengan PDIP, sehingga jika KIB kandas, peluang PPP bisa ke PDIP,” ujarnya.

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini