Era Jokowi, Kampus Hebat Ambruk, Faisal Basri: Pemimpin Kampus Dekat dengan Penguasa!

KNews.id- Nasib pendidikan di Indonesia makin hari tampaknya makin mendekati masa suram. Bagaimana tidak, sejumlah universitas di Malaysia saja sudah mengalahkan Indonesia. Padahal, sejak era 80,90 hingga 2000-an, banyak mahasiswa asal negeri Jirran yang menimba ilmu di kampus-kampus di Indonesia.

Hal ini terungkap dimana lembaga pemeringkatan kampus dunia Times Higher Education (THE) dalam kategori Asian University Ranking mengeluarkan rilis resmi. Data terbaru tahun 2021 menunjukkan University of Malaya berhasil menduduki peringkat ke-49 di Asia. Perguruan tinggi yang terletak di Kuala Lumpur ini sekaligus menjadi kampus nomor satu di negeri jiran tersebut.

UOM mengungguli Universiti Teknologi Petronas atau UTP (111), Universiti Tunku Abdul Rahman (119), Univerti Putra Malaysia atau UPM (136), Universiti Kebangsaan Malaysia atau UKM (150), Universiti Teknologi Malaysia (150), Universiti Utara Malaysia (155), dan Universiti Sains Malaysia (163).

Bahkan, peringkat Universiti of Malaya bahkan jauh di atas universitas terbaik di Indonesia, Universitas Indonesia (UI) yang berada di posisi 196. Seperti diketahui dari Indonesia hanya UI yang berhasil menembus 200 besar jajaran kampus terbaik di Asia.

Kondisi tahun sebelumnya kurang lebih hampir serupa dimana sejumlah perguruan tinggi Malaysia berada jauh di atas Indonesia.

Di Malaysia, UTP misalnya pada 2020 menduduki peringkat 126, lalu UPM tahun lalu berada di posisi 145. Ada lagi UKM yang sebelumnya pada peringkat 161. Semua kampus ini berhasil naik untuk tahun 2021.

Sedangkan peringkat UI bahkan melorot dari sebelumnya posisi 162. Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia tahun 2021 “hanya” berada pada peringkat 310. Merosot jauh dari tahun sebelumnya peringkat 264.

Baca Juga   Apakah Jokowi Ingin Meniru Mao Zedong?

Selain itu ITS yang sebelumnya ada di posisi 312 menjadi 372. Kemudian IPB dari 381 turun ke 395. Ada pun UGM tahun lalu ada di peringkat 339 melorot ke posisi 385. Menanggapi hal ini, ekonom Faisal Basri menyebut ada faktor yang menyebutkan terjadinya kemelorotan pendidikan di Indonesia. “Semakin akrab pemimpin kampus dengan penguasa, kian    jeblok prestasi akademisnya. Contoh: UI,” tulisnya, dalam akun Twitter pribadinya.

Sementara itu, Ketua Dewan Profesor Universitas Padjadjaran (Unpad) Arief Anshory Yusuf mengungkapkan keprihatinannya atas fakta tersebut. Menurutnya data THE menunjukkan peringkat kampus besar di indonesia terus menurun dari tahun ke tahun.

“Tidak seperti universitas-universitas di negeri jiran, beberapa tahun terakhir universitas besar kita meluncur ke bawah terus. Turun terus. Ini bukan stagnasi lagi tapi regresi. Kalau stabil masih okelah tapi ini kan tidak,” ujar Arief dalam keterangannya. (AHM/bcra)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Contact me
email