spot_img
Sabtu, Februari 21, 2026
spot_img
spot_img

Enam Negara Arab Yang di Serang Israel Dalam 72 Jam

KNews.id – Doha,  Pada hari Selasa, Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan kompleks bangunan yang dihuni para pemimpin Hamas di Ibu Kota Qatar, Doha. Qatar menjadi negara terbaru yang diserang militer Zionis dalam 72 jam terakhir.

Serangan militer Zionis terhadap Qatar terjadi ketika pertemuan guna membahas gencatan senjata usulan Amerika Serikat (AS) untuk Gaza sedang berlangsung. Serangan itu menewaskan enam orang, termasuk putra pemimpin senior Hamas Khalil al-Hayya, direktur kantor al-Hayya, tiga pengawal, dan seorang petugas keamanan Qatar.

- Advertisement -

Namun, para pemimpin puncak Hamas dilaporkan selamat dari serangan tersebut. Selain menjadi negara terbaru yang diserang Israel dalam 72 jam terakhir, Qatar juga menjadi negara ketujuh setelah Iran yang diserang militer Zionis tersebut sejak awal tahun ini.

6 Negara Arab yang Diserang Israel dalam 72 Jam 

- Advertisement -

1. Palestina 

Serangan Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 150 orang dan melukai lebih dari 540 lainnya sejak Senin. Pada hari Senin, 67 orang tewas dan rumah sakit menerima 320 orang luka-luka, termasuk 14 orang yang tewas saat mencari bantuan, sementara enam orang–termasuk dua anak-anak–meninggal dunia akibat bencana kelaparan.

Pada hari Selasa, 83 orang lainnya tewas dan 223 lainnya luka-luka. Israel terus melancarkan serangannya ke Kota Gaza, menyasar gedung-gedung tinggi, menghancurkan infrastruktur, dan memaksa penduduk meninggalkan rumah mereka, membuat banyak orang kehilangan tempat berlindung yang aman.

Sejak dimulai pada Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 64.656 orang, termasuk sedikitnya 404 orang yang meninggal karena kelaparan. Ribuan lainnya hilang di bawah reruntuhan dan diyakini tewas.

2. Lebanon 

Pada hari Senin pukul 13.00 waktu setempat, pesawat tempur Israel melancarkan serangan di distrik Bekaa dan Hermel di Lebanon timur, menewaskan sedikitnya lima orang. Militer Israel mengeklaim telah menyerang depot senjata dan fasilitas militer yang digunakan oleh Hizbullah, meskipun pernyataan tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen. Hizbullah belum memberikan tanggapan.

- Advertisement -

Serangan tersebut menandai pelanggaran terbaru dari perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani November lalu. Meskipun ada gencatan senjata, Israel terus melancarkan serangan hampir setiap hari di wilayah Lebanon, terutama di selatan, dan mempertahankan pendudukan di lima pos perbatasan yang melanggar ketentuan penarikan gencatan senjata.

Pada hari Selasa, sebuah serangan pesawat nirawak Israel dilaporkan di pintu masuk desa Barja, sekitar 30 km (19 mil) selatan Beirut, melukai seorang anggota Hizbullah.

3. Suriah 

Pada Senin malam, pesawat tempur Israel menyerang beberapa lokasi di Suriah, menghantam pangkalan Angkatan Udara Suriah di Homs dan barak militer di dekat Latakia, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris.

Warga setempat melaporkan ledakan dahsyat di Homs dan ambulans bergegas ke lokasi kejadian di Latakia, meskipun belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa. Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah mengecam serangan tersebut sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap kedaulatannya dan “ancaman langsung” terhadap keamanan nasional dan regionalnya.

Media pemerintah Suriah menggambarkan serangan tersebut sebagai bagian dari “serangkaian eskalasi agresif” oleh Israel yang bertujuan untuk melemahkan kedaulatan Suriah.

Sejak jatuhnya rezim Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel telah melancarkan ratusan serangan terhadap lokasi dan infrastruktur militer di seluruh Suriah. Israel juga telah memperluas kehadirannya di Dataran Tinggi Golan yang diduduki dengan merebut zona penyangga demiliterisasi, yang melanggar perjanjian pelepasan dengan Damaskus tahun 1974.

SOHR melaporkan bahwa Israel telah melakukan hampir 100 serangan tahun ini, termasuk 86 serangan udara dan 11 serangan darat, yang menghancurkan sekitar 135 lokasi dan menewaskan 61 orang.

4. Tunisia 

Pada Senin malam, kapal utama Global Sumud Flotilla (GSF), Family Boat, diserang oleh pesawat nirawak yang diduga milik Israel saat berlabuh di pelabuhan Sidi Bou Said, Tunisia, yang memicu kebakaran.

Kapal sepanjang 23 meter (76 kaki) yang berlayar di bawah bendera Portugal dan membawa komite pengarah armada tersebut, membawa enam orang di dalamnya. Menurut GSF, kobaran api merusak dek utama dan area penyimpanan tetapi segera dipadamkan oleh penumpang. Semua awak dan aktivis dilaporkan selamat.

Family Boat merupakan bagian dari koalisi lebih dari 50 kapal dengan delegasi dari setidaknya 44 negara yang berupaya menentang blokade Israel terhadap Gaza. Kapal tersebut berangkat pada 31 Agustus 2025, sebelum bergabung dengan kapal-kapal lain di pelabuhan Sidi Bou Said.

Serangan kedua terjadi pada Selasa malam, ketika kapal armada lainnya, Alma, yang berlayar di bawah bendera Inggris, juga menjadi sasaran pesawat nirawak yang diduga milik Israel di perairan Tunisia.

GSF mengatakan serangan itu menyebabkan kerusakan akibat kebakaran di dek atas kapal, meskipun api berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Sejak 2010, beberapa armada kapal telah berupaya menembus blokade Gaza, dan sebagian besar dicegat atau diserang oleh Israel di perairan internasional.

5. Qatar 

Serangan terhadap Qatar, yang berjarak hampir 2.000 km (1.243 mil) dari Israel, menandai pertama kalinya Israel menyerang negara Teluk kecil tersebut, yang telah menjadi tuan rumah beberapa putaran negosiasi antara Hamas, Israel, dan Amerika Serikat. Ledakan terdengar di seluruh Doha dengan asap tebal mengepul di atas cakrawala.

Militer Israel kemudian mengonfirmasi bahwa mereka telah menyerang sebuah kompleks di wilayah West Bay Lagoon, sebuah distrik yang merupakan lokasi kedutaan besar asing, sekolah, tempat penitipan anak, supermarket, dan kompleks perumahan yang menampung warga asli Qatar dan warga asing.

Kepemimpinan Hamas telah dijamu oleh Qatar atas permintaan Amerika Serikat, yang juga memiliki pusat komando regional, CENTCOM, yang terletak hanya 35 km (22 mil) dari lokasi serangan.

6. Yaman 

Mengutip laporan Al Jazeera, Kamis (11/9/2025), Israel melancarkan serangan udara di ibu kota Yaman, Sanaa, pada hari Rabu, yang menargetkan posisi kelompok Houthi.

Serangan itu menghantam bandara Sanaa, menandai serangan kedua di lokasi tersebut dalam sebulan. Israel sebelumnya menyerang bandara Sanaa pada 6 Mei, menghancurkan gedung terminalnya dan merusak landasan pacu.

Pada 28 Agustus 2025, serangan udara Israel menargetkan pertemuan pemerintah Houthi di ibu kota, menewaskan Perdana Menteri Houthi Ahmed al-Rahawi dan beberapa pejabat senior lainnya.

(FHD/Snd)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini