spot_img
Sabtu, Juli 13, 2024
spot_img

Effendi Simbolon Buka Suara Tak Masuk Daftar Caleg PDIP: Sudah Cukup

KNews.id – Politikus PDIP Effendi Simbolon buka suara soal namanya tak masuk dalam daftar calon anggota legislatif atau Caleg sementara (DCS) Pemilu 2024 yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ia menegaskan tak majunya dia di Pileg 2024 karena keinginan sendiri. Effendi merasa sudah cukup menjadi legislator dalam dua dekade terakhir.

“Iya, kita dengan kesadaran pertama memang mungkin udah cukup juga ya, udah 20 tahun,” kata Effendi di kompleks parlemen, Kamis (24/8).
Effendi mengatakan ia memilih untuk memberikan kesempatan kepada anak muda untuk mengisi parlemen.

- Advertisement -

Selain itu, ia pun memberikan catatan agar politik ke depan berubah dan tak lagi menganut gaya yang dianut kini. “Karakternya jangan dibawa seperti kekinian ini yang pukul memukul, homo homini lupus, apa ya, kayak politik bejat, enggak bagus,” ucap dia.
Usai tak akan bertarung sebagai caleg, Effendi berkelakar dirinya hendak jadi bakal capres.

“InsyaAllah tidak mencalonkan, kita mau nyapres,” ujar seraya tersenyum.

Terlepas dari itu, Effendi menegaskan tak keluar dari partai banteng. Terkecuali, memang PDIP lah yang dirasa tak lagi membutuhkannya sebagai kader.

“Enggak lah, kok keluar. Ya kecuali PDI-nya udah enggak mau sama kita,” tegas dia.

- Advertisement -

Nama Effendi beberapa waktu lalu sempat menjadi sorotan usai memberi sinyal mendukung bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Ia mengatakan Indonesia patut untuk dipimpin oleh nakhoda yang handal. Prabowo salah satunya.

Effendi sendiri merupakan legislator PDIP sejak 2004 dan terpilih secara berturut-turut. Pada 2004, ia terpilih lewat daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta 1 yang meliputi wilayah Jakarta Timur.

Kemudian pada 2009 hingga 2019, ia terpilih secara beruntun lewat dapil DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Utara, Barat, dan Kepulauan Seribu.

Belakangan, oleh fraksi PDIP, Effendi dipindah ke Komisi X yang membidangi pendidikan, pemuda, dan olahraga. Ia dipindah tak lama setelah melayangkan kritik keras ke KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman soal isu retak hubungannya dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Kemudian pada Pileg 2024, nama Effendi tak terdaftar dalam DCS yang dirilis KPU. Beberapa waktu lalu, namanya sempat diisukan diganti oleh mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. (Zs/CNN)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini