KNews.id – Jakarta – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyesalkan terjadinya keributan yang melibatkan dua kader Partai Golkar di DPRD Riau. Doli menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang memalukan dan meminta persoalan segera diselesaikan secara internal agar tidak semakin meluas.
“Memalukan. Itu komentar saya yang pertama,” kata Doli saat saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Doli, sebagai wakil rakyat, anggota DPRD seharusnya mampu memberikan teladan kepada masyarakat dengan mengedepankan akal sehat dan dialog dalam menyelesaikan perbedaan pendapat.
“Seharusnya sebagai wakil rakyat bisa kasih contoh yang baik kepada masyarakat. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan akal sehat, rasional dan dialog, bukan dengan emosi apalagi adu fisik,” ucapnya.
Doli mengaku telah menelusuri kronologi awal peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, keributan bermula ketika salah satu anggota fraksi, Eet, menyampaikan pernyataan yang dinilai memojokkan rekannya, Parisman, saat rapat yang tengah membahas persoalan anggaran.
“Saya sudah cek, persoalan itu berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman. Padahal rapat itu sedang membahas urusan anggaran. Saudara Parisman pun kemudian terpancing emosi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa sesama kader Partai Golkar semestinya menjaga solidaritas dan nama baik partai, bukan justru saling menyerang di ruang publik.
“Seharusnya sesama anggota Fraksi Partai Golkar bisa saling menjaga nama baik kolega, soliditas, dan marwah Golkar. Bukan saling tuding dan merasa hebat-hebatan, apalagi di depan anggota DPRD lain dan publik,” ujar Doli.
Adu jotos antara kubu Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dengan Indra Gunawan Eet, di dalam gedung DPRD Riau Kamis (16/7/2026). (HO/IST/Tribun Pekanbaru)
Lebih lanjut, Doli berharap pimpinan Partai Golkar di Riau segera mengambil langkah dengan memanggil kedua kader tersebut untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Dia juga mengingatkan agar konflik tidak berkembang hingga melibatkan kelompok pendukung masing-masing.
“Saya berharap pimpinan Partai Golkar di sana dapat segera menyelesaikan urusan mereka, dengan memanggil mereka berdua, agar tidak memperpanjang persoalan, apalagi melibatkan antar kelompok masing-masing,” katanya.
Atas insiden tersebut, Doli turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Riau, yang menyaksikan peristiwa tersebut.
“Atas nama Partai Golkar saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau yang pasti tidak nyaman melihat peristiwa tersebut,” tandasnya.
Ngajak Duel: Kronologi Kejadian
Sebelumnya, dua “wakil rakyat” yakni Anggota DPRD Riau, Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet, terlibat cekcok saat mengikuti rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau di gedung DPRD Riau pada Kamis (16/7/2026).
Situasi memanas hingga keduanya saling tunjuk, pukul-pukul meja rapat bahkan mengajak duel. Tak berhenti di situ. Setelah cekcok dilanjutkan dengan baku hantam dari masa simpatisan atau pendukung kedua politisi Partai Golkar itu.
Terlihat massa dua anggota Dewan yang berada di luar gedung merangsek masuk ruang rapat dan saling baku hantam. Salah seorang sekuriti kantor DPRD Riau, berinisial A, berusaha melerai keributan namun justru mengalami luka robek di bagian kepala.





