KNews.id – Jakarta – Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta mengalami pergantian. Perubahan ini menjadi bagian dari dinamika politik di ibu kota sekaligus mekanisme internal partai yang ada di parlemen daerah.
Dalam rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta pada Kamis (30/4/2026), Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menjelaskan bahwa pemberhentian Ketua DPRD DKI Khoirudin merupakan tindak lanjut dari keputusan internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Usulan pergantian ini mengacu pada Surat Keputusan DPP PKS Nomor 179/S-K/P/DPP-PKS/2026 tertanggal 2 April 2026.
“Pimpinan DPRD lainnya melaporkan usul pergantian pimpinan DPRD dan pemberhentian pimpinan DPRD ditetapkan dalam rapat paripurna,” kata Ima, Kamis.
Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua Baru
Dalam rapat yang sama, nama Suhud Alynudin dari Fraksi PKS diumumkan sebagai calon pengganti Ketua DPRD DKI Khoirudin. Rapat tersebut dihadiri 83 dari total 106 anggota DPRD atau sekitar 78 persen, sehingga dinyatakan memenuhi kuorum dan sah untuk mengambil keputusan.
Pergantian Khoirudin sekaligus penunjukan Suhud kemudian dimintakan persetujuan kepada seluruh peserta rapat.
“Selanjutnya, kami ingin menanyakan kepada forum rapat paripurna dewan yang terhormat ini, apakah usul pergantian Saudara Drs. H. Khoirudin, M.Si. sebagai Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta dapat disetujui?,” tanya Ima.
“Setuju!” jawab peserta rapat serempak, disusul ketukan palu sidang dan tepuk tangan meriah.
Dengan persetujuan tersebut, masa jabatan Khoirudin sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta resmi berakhir. Selanjutnya, usulan penetapan Suhud Alynudin akan diajukan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Pramono mengatakan akan segera menindaklanjuti usulan tersebut agar proses pergantian pimpinan bisa segera ditetapkan.
“Nantinya surat kalau kemudian sudah disampaikan ke Pemerintah DKI Jakarta, kepada saya sebagai gubernur, saya akan segera tindak lanjuti kepada Kemendagri untuk menjadi keputusan,” ucap Pramono.
Suhud Siap Jalankan Tugas
Di lain sisi, Calon Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, mengaku siap mengemban tugas sebagai pimpinan dewan setelah mendapat dukungan dari mayoritas anggota dewan.
“Terima kasih kepada pimpinan DPRD dan teman-teman anggota dewan yang hadir. Alhamdulillah proses ini berjalan lancar tanpa hambatan,” ucap Suhud di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Ke depan, ia berharap bisa memperkuat kerja sama antara DPRD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama untuk mempercepat pembangunan.
“Mudah-mudahan, proses pergantian berjalan dengan baik, meningkatkan kerja sama antara dewan, DPRD, dengan eksekutif dalam hal ini Pak Gubernur, dan juga bisa mendorong percepatan pembangunan Jakarta sehingga sesuai dengan harapan kita bersama masyarakat Jakarta,” lanjut dia.
Diminta Cepat Tanggap dan Rangkul Semua Fraksi
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Ali Muhammad Johan, meminta pimpinan baru bisa bekerja cepat dan merangkul semua fraksi.
Menurut dia, hal itu penting agar fungsi DPRD mulai dari membuat aturan, menyusun anggaran, hingga mengawasi pemerintah bisa berjalan lebih maksimal.
“Pimpinan baru, memikul tanggung jawab besar untuk merangkul seluruh fraksi agar tercipta kerja kolektif yang efektif, khususnya dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan,” kata Ali dalam keterangan resminya, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga menilai pergantian ini sebagai hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, DPRD diingatkan untuk tetap fokus menghadapi berbagai tantangan pembangunan Jakarta ke depan.
Ke depan DPRD DKI Jakarta perlu memperkuat kerja sama tidak hanya antarfraksi, tetapi juga dengan pemerintah daerah, BUMD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Hal ini penting karena tantangan pembangunan di Jakarta semakin banyak dan kompleks, sehingga butuh kerja sama dari banyak pihak.
“Tantangan pembangunan Jakarta ke depan kian kompleks dan membutuhkan pendekatan yang inklusif serta berorientasi pada kepentingan publik,” ujarnya.
Dengan demikian, penetapan Suhud Alynudin tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat untuk melanjutkan masa jabatan hingga 2029.




