KNews.id – Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Nyoman Parta, memberikan atensi serius dan peringatan keras kepada para pemilik akomodasi wisata di Bali. Hal ini menyusul terungkapnya sejumlah kasus laboratorium narkoba yang dikendalikan oleh warga negara asing di pemukiman elit dan villa.
Politisi asal Bali ini menekankan bahwa keamanan pulau dewata tidak boleh digadaikan demi keuntungan materi semata. Ia mengaku langsung bertolak ke Bali sesaat setelah mendengar kabar keberhasilan tim gabungan dalam membongkar jaringan tersebut.
“Saya ketika semalam mendengar informasi ini, langsung saya beli tiket untuk pulang untuk memberikan support kepada pihak tim yang telah berhasil mengungkap kasus ini,” kata Nyoman Parta.
“Sebagai Anggota Komisi III, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak BNN atas keberhasilan mengungkap kasus ini,” imbuhnya.
Dalam pengamatannya, dalam kurun beberapa tahun terakhir, tercatat setidaknya tujuh kali pengungkapan kasus serupa di berbagai wilayah di Bali. Hal ini, menurut Nyoman, menunjukkan adanya pola di mana para pelaku kejahatan transnasional mulai memanfaatkan privasi villa sebagai tempat memproduksi barang haram.
Sebagai tokoh masyarakat Bali, Nyoman Parta menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran BNN, Bea Cukai, Kepolisian, hingga Imigrasi yang telah bekerja keras. Namun, ia juga memberikan catatan kritis mengenai sisi gelap dari masifnya kedatangan wisatawan ke Bali. Menurutnya, meski Bali beruntung menjadi tujuan utama pariwisata, tantangan yang dibawa oleh sebagian oknum wisatawan asing tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Bali tentu sangat beruntung dihadiri oleh banyak wisatawan, namun di sisi yang lain juga banyak juga yang membawa masalah,” cetusnya.
Menurutnya, meski Bali beruntung menjadi tujuan utama pariwisata, tantangan yang dibawa oleh sebagian oknum wisatawan asing tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Bali tentu sangat beruntung dihadiri oleh banyak wisatawan, namun di sisi yang lain juga banyak juga yang membawa masalah,” cetusnya.
Secara khusus, Nyoman menyoroti maraknya bisnis villa dengan sistem “lepas kunci” atau tanpa pengawasan staf yang ketat. Ia menilai sistem ini sangat rentan disalahgunakan oleh pelaku kriminal
Ia mengimbau para pemilik akomodasi untuk tidak abai terhadap aktivitas penyewa, meski mereka membayar dengan harga tinggi.
“Kepada seluruh pemilik akomodasi, terutama yang lepas kunci seperti ini, untuk melakukan monitoring tempat usahanya,” kata dia.
“Jangan mengambil uang tetapi tidak melihat aktivitas orang asing yang ada di tempat ini. Padahal ada CCTV, aktivitasnya sudah satu bulan, harusnya bisa dicermati ketika yang bersangkutan membawa barang-barang di luar kebutuhan sehari-harinya,” tegasnya.
Ia menyayangkan adanya pembiaran selama berminggu-minggu padahal aktivitas mencurigakan. Seperti pengangkutan bahan-bahan kimia atau peralatan laboratorium, seharusnya bisa terdeteksi lebih dini jika pemilik villa lebih peduli terhadap lingkungan usahanya.
Nyoman Parta mengajak seluruh elemen masyarakat dan penegak hukum untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkotika. Baginya, perjuangan melawan narkoba adalah perjuangan membela kemanusiaan.
“Terus berjuang untuk melawan penyalahgunaan narkotika ini karena ini bukan hanya persoalan masalah yang akan merusak kesehatan, tapi ini adalah persoalan kejahatan terhadap kemanusiaan,” pungkasnya.




