KNews.id – Florida 2 Januari 2026 – Para pemimpin Eropa, seperti dilaporkan Defense News, Selasa (30/12/2025), dilaporkan sangat khawatir menghadapi rencana penyelesaian konflik Ukraina karena belum menemukan cara memperkuat posisi tawar Kiev dalam negosiasi. Menurut laporan itu, Eropa sejauh ini gagal memberi dukungan memadai kepada Kiev dan belum ada langkah yang jelas untuk mengubah situasi menjadi lebih menguntungkan bagi Ukraina.
Usulan penyelesaian yang beredar juga memuat pengurangan ukuran militer Ukraina dan tidak memberikan jaminan keamanan yang jelas bagi Kiev. “Kami melihat arah pembicaraan ini dan itu sangat menakutkan kami,” kata seorang diplomat tersebut kepada Defense News.
Pada Ahad (28/12/2025), Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Mar-a-Lago, Florida. Trump menyatakan Eropa akan menanggung sebagian besar jaminan keamanan Ukraina, sementara AS menyatakan akan tetap membantu.
Sementara Zelenskyy mengklaim jaminan keamanan antara AS dan Ukraina telah disepakati sepenuhnya.
Seusai pertemuan bilateral, Trump dan Zelenskyy bergabung dalam pembicaraan telepon dengan para pemimpin Eropa. Sebelum itu, Trump menyebut dirinya melakukan pembicaraan “produktif” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam pembicaraan dengan Trump, para pemimpin Eropa menegaskan agar isu wilayah dapat diselesaikan dengan jaminan keamanan tertulis bagi Ukraina.
Sejak pertengahan November, AS mendorong rencana perdamaian baru untuk Ukraina. Pada 2 Desember, Putin menerima utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, di Kremlin untuk membahas rencana tersebut. Kremlin menyatakan Rusia tetap terbuka untuk perundingan sesuai diskusi di Anchorage sebelumnya.
Pertengahan Desember, Berlin menjadi tuan rumah perundingan penyelesaian Ukraina yang dihadiri Witkoff, Kushner, dan Zelenskyy. Witkoff menyebut ada kemajuan dalam rencana 20 butir. Zelenskyy menyatakan siap meninggalkan aspirasi keanggotaan NATO bila mendapat jaminan keamanan dari negara tertentu, termasuk AS.



