KNews.id – Jakarta – Doa 1 Rajab 1447 H menjadi bagian penting amalan umat Islam menyambut Syahrul Hurum (bulan yang dimuliakan). Diyakini, doa pada malam 1 Rajab mustajab lantaran dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan para tabiin.
Bulan Rajab, dalam tradisi Islam merupakan pembuka menuju bulan suci Ramadhan. Kedudukannya istimewa lantaran menjadi salah satu dari empat bulan haram.
Umat Islam dianjurkan meningkatkan amal dan ibadah pada Rajab karena pahala kebaikannya ini dilipatgandakan oleh Allah SWT. Rajab 1447 H menjadi masa persiapan spiritual, di mana umat Islam mulai membersihkan jiwa dan raga sebelum memasuki bulan Sya’ban dan akhirnya bertemu dengan kemuliaan bulan Ramadan.
Dosen UMS, Dartim sebagaimana dikutip Gede Arga Adrian dalam artikel 5 Keistimewaan Bulan Rajab menjelaskan, keistimewaan Bulan Rajab Bulan Rajab juga terkait dengan momentum penting. Di antaranya adalah peristiwa Isra Mi’raj.
Doa Malam 1 Rajab Rasulullah
Rasulullah SAW berdoa pada malam 1 Rajab. Doa itu diriwayatkan dalam hadis yang kemudian dikutip oleh para ulama klasik, di antaranya Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi dalam Al-Adzkâr.
Doa Malam 1 Rajab Rasulullah
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ
Artinya: “Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”
Doa ini bersumber dari sebuah hadist riwayat Bukhari, yaitu:
إِنَّ نَبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: Sesungguhnya, Nabi Saw. apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. (HR. Bukhari).
Doa Rasulullah versi Panjang
Tercatat dalam kitab yang sama, merunut dalam Mafâtih al-Jinân, disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW melihat hilal atau bulan sabit penanda tibanya bulan Rajab, beliau berdoa, dengan lafal lebih lengkap (panjang):
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلَّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظ اللِّسَانِ وَغَضِ الْبَصَرِ وَلَا تَجْعَلْ حَطَّنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَشَ
Latin: Allahumma baarik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna syahra Ramadhana wa a’inna ‘ala ash-shiyami wal-qiyami wa hifzhil-lisani wa ghadhdhil-bashari wa laa taj’al hazhzhana minhu al-ju’a wal-‘athasya.
Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Tolonglah kami untuk shiyam dan qiyam serta menjaga lisan dan menundukkan pandangan. Jangan jadikan bagian kami darinya hanya rasa lapar dan haus.”
Doa Malam 1 Rajab Ali bin Abi Thalib RA
Syekh Abdul Qadir al-Jilani dalam kitab al-Ghun-yah meriwayatkan, Sayyidina Ali karramallahu wajhah mengintensifkan diri beribadah pada empat malam dalam setahun. Di antaranya adalah malam pertama bulan Rajab.
Di antara doa Ali RA pada malam-malam tersebut adalah:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ، وَمَوَالِي النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ، وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ، وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ؛ فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، الْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ، وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ وَعَلَى أَوْلِيَائِكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَاعْمُمْ بِذٰلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ، مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَات
Latin: Allahumma shalli ‘alā Muḥammadin wa ālihi maṣābīḥil-ḥikmah, wa mawālīn-ni‘mah, wa ma‘ādinil-‘iṣmah, wa‘ṣimnī bihim min kulli sū’, wa lā ta’khudhnī ‘alā girrah, wa lā ‘alā ghaflah, wa lā taj‘al ‘awāqiba amrī ḥasratan wa nadāmah, warḍa ‘annī; fa inna maghfirataka liẓ-ẓālimīn, wa anā minaẓ-ẓālimīn.
Allahummaghfir lī mā lā yaḍurruka, wa a‘ṭinī mā lā yanfa‘uka, fa innaka al-wāsi‘atu raḥmatuhu, al-badī‘atu ḥikmatuhu, fa a‘ṭinī as-sa‘ata wad-da‘ata, wal-amna waṣ-ṣiḥḥata, wasy-syukra wal-mu‘āfāta wat-taqwā, wa afriġiṣ-ṣabra waṣ-ṣidqa ‘alayya wa ‘alā awliyā’ika, wa a‘ṭinī al-yusra, wa lā taj‘al ma‘ahu al-‘usra, wa‘mmim bidzālika ahlī wa waladī wa ikhwanī fīka, wa man waladanī, minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu’minīna wal-mu’mināt.
Artinya: “Ya Allah, limpahkan rahmat ta’dzim kepada Muhammad dan keluarganya yang menjadi pelita-pelita hikmah, pemilik kenikmatan, sumber perlindungan. Jagalah kami sebab (keberkahan) mereka-dari keburukan. Dan jangan engkau ambil kami dalam kondisi tertipu, tidak pula dalam keadaan lupa. Jangan jadikan akhir urusan kami sebagai penyesalan. Ridhailah kami. Sesungguhnya ampunan-Mu bagi orang-orang yang zalim, dan aku bagian orang yang zalim itu. Ya Allah, ampunilah aku atas dosa yang tidak pernah bisa membahayakan-Mu, berilah aku sesuatu yang memang tak ada manfaatnya sama sekali untuk-Mu. Sesungguhnya Engkau itu maha luas rahmat-Nya.
Hikmahnya yang sangat indah. Berikan kami kelapangan dan ketenteraman, keamanan dan kesehatan, serta rasa syukur, selamat sentosa dan ketakwaan. Berikan kesabaran dan kejujuran kepada kami dan orang-orang yang Engkau cintai. Berikan kami pula kemudahan yang tidak ada kesulitannya sama sekali. Semoga itu semua juga Engkau berikan bagi keluarga kami, anak kami, saudara-saudara kami seagama. Dan Engkau berikan kepada orang tua yang telah melahirkan kami, dari muslimin muslimat, mu’minin mu’minat.”.
Keistimewaan Malam 1 Rajab
Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), disebutkan bahwa malam 1 Rajab adalah momen yang mustajab untuk doa.
Hal ini ditegaskan oleh Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm, yang artinya: Artinya: “Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adha, malam hari raya Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya’ban.”
Berdasarkan berbagai sumber, berikut adalah keistimewaan malam 1 Rajab.
1. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Dalam kitab Al-Umm disebutkan bahwa malam 1 Rajab termasuk lima malam di mana doa sangat mustajab, bersama malam Jumat, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, dan Nisfu Sya’ban.
2. Bulan Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku.” (HR. Bashri). Hal ini menunjukkan kekhususan dan kehormatan bulan Rajab.
3. Pahala Dilipat gandakan
Amalan di malam dan bulan Rajab mendapatkan pahala yang berlipat-lipat. Ulama menyebutkan bahkan sampai 70 kali lipat, begitu pula dengan dosa yang juga berlipat bila dilakukan di bulan ini.
4. Pintu Rahmat Terbuka
Disebut dalam riwayat Abu Said al-Khudri bahwa malam 1 Rajab menjadi saat di mana pintu-pintu langit dibuka dan doa serta ampunan dikabulkan.
5. Penanda Dekatnya Ramadhan
Rajab menjadi awal dari rangkaian bulan spiritual menjelang Ramadhan. Karenanya, malam 1 Rajab menjadi waktu terbaik untuk menyiapkan diri menyambut Ramadhan.
Doa 1 Rajab 1447 H Kapan?
Berikut ini adalah jadwal 1 Rajab 1447 H, merujuk Kalender Hijriah Kemenag dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah.
- 1 Rajab 1447 Hijriah berdasar kalender resmi Kemenag RI jatuh pada tanggal 21 Desember 2025.
- Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1 Rajab 1447 Hijriah juga ditetapkan pada 21 Desember 2025.
Mengingat Hijriah menggunakan penanggalan bulan (qamariyah), maka malam 1 Rajab terjadi pada 20 Desember petang.
Doa 1 Rajab 1447 H tepat dipraktikkan pada 20 Desember 2025 petang, setelah memasuki 1 Rajab berdasar kalender Qamariyah (bulan). Selanjutnya doa dan amalan bisa dilaksanakan sepanjang malam 1 Rajab.
Keutamaan Bulan Rajab dalam Islam
Bulan Rajab memiliki beberapa keutamaan yang membuatnya berbeda dari bulan lainnya dalam kalender Islam:
1. Bulan Haram yang Dimuliakan
Dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 36, disebutkan bahwa Allah menetapkan empat bulan haram yang dimuliakan, salah satunya adalah Rajab. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah dan menghindari perbuatan dosa.
2. Peristiwa Isra Mikraj
Rajab juga dikenang sebagai bulan terjadinya Isra Mikraj, di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah untuk melaksanakan salat lima waktu. Peristiwa ini menjadikan bulan Rajab sebagai momen refleksi dan peningkatan ibadah.
3. Doa yang Dikabulkan
Menurut Imam Syafi’i, malam pertama bulan Rajab termasuk dalam lima malam istimewa di mana doa-doa akan dikabulkan oleh Allah SWT.
Amalan di Bulan Rajab
Dalam Buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun, Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid mengupas amalan-amalan di bulan Rajab.
1. Menghidupkan Malam Pertama Bulan Rajab: Malam pertama bulan Rajab termasuk salah satu malam yang mustajab (doa mudah dikabulkan), sebagaimana diungkapkan oleh Imam Syafii.
2. Berpuasa Sunnah: Berpuasa sunnah di bulan Rajab memiliki banyak keutamaan besar, di antaranya:
3. Memperbanyak Sholawat: Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki keutamaan tinggi, terutama bila diperbanyak di bulan Rajab (bulan haram).
4. Memperbanyak Istighfar: Para ulama sangat menganjurkan untuk memperbanyak memohon ampunan (istighfar).
5. Memperbanyak Berdzikir
6. Memperbanyak Doa: Bulan Rajab adalah kesempatan emas untuk memperbanyak permohonan




