spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
spot_img

DKI Gelar OMC di Jakarta dan Sekitarnya, Untuk Cegah Banjir Kiriman

KNews.id – Jakarta 29 Januari 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jakarta, tetapi juga di wilayah penyangga ibu kota. Menurut Pramono, tidak efektif jika OMC hanya dilakukan di Jakarta, sebab ibu kota juga berpotensi menerima banjir kiriman dalam jumlah besar dari wilayah sekitar.

“Kami sebenarnya juga melakukan di perbatasan. Karena memang ada kemungkinan untuk beberapa hari ini, baik di Tangerang, Tangerang Selatan, kemudian di Bogor, dan di Bekasi curah hujannya tinggi,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).

- Advertisement -

Untuk mencegah hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga melaksanakan OMC di daerah-daerah penyangga. Kendati demikian, fokus utama pelaksanaan OMC tetap berada di wilayah Jakarta.

“Mengenai anggarannya memang sudah dialokasikan. Jadi selama anggarannya masih ada dan selama dibutuhkan untuk kebutuhan penanggulangan banjir di Jakarta, kami lakukan,” kata Pramono.

- Advertisement -

Sebelumnya, Pramono menyebutkan Pemprov DKI Jakarta akan berkontribusi dalam pelaksanaan OMC di wilayah penyangga, seperti Depok, Tangerang, dan sekitarnya. Untuk wilayah Jakarta, Pramono meminta agar pelaksanaan OMC diperpanjang hingga 1 Februari. Sebelumnya, OMC direncanakan hanya berlangsung hingga 27 Januari.

Pramono juga mengizinkan penerbangan OMC dilakukan maksimal tiga kali dalam sehari. Dengan demikian, diharapkan curah hujan di Jakarta tidak terlalu tinggi sehingga potensi banjir dapat diminimalkan.

Pramono Anung Wibowo memperpanjang kembali pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 1 Februari 2026. Sebelumnya, Pramono memutuskan untuk melakukan OMC hingga tanggal 27 Januari 2026.

“Untuk OMC, sekali lagi kami melihat cuaca yang ada. Hasil BMKG memang sekarang ada kemungkinan sampai tanggal 1 Februari cuacanya kurang lebih harus dilakukan OMC,” kata Pramono di Jakarta.

Pramono menjelaskan, Pemerintah Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta memang sudah mengalokasikan anggaran untuk satu bulan penuh melakukan OMC. Sehingga, kata Pramono, apabila memang masih diperlukan OMC, maka Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan hal tersebut.

Menurut Pramono, hal terpenting adalah jangan sampai dampak curah hujan yang tinggi nantinya mengakibatkan banjir yang merugikan masyarakat. “Kalau hari ini tadi pagi jam 07.00 pagi tidak kita naikkan OMC-nya, pasti cuacanya berbeda dengan apa yang kita rasakan pada saat ini,” ungkap Pramono.

- Advertisement -

Pramono mengatakan, banjir di Jakarta memang membutuhkan penanganan jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang. Untuk penanganan jangka pendek, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan OMC.

Selain itu untuk jangka menengah hingga jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta melakukan normalisasi sungai secara keseluruhan termasuk menyelesaikan “Giant Sea Wall”, “National Capital Integrated Coastal Development” (NCICD) dan sebagainya.

“Itu tetap harus dilakukan untuk di Jakarta,” kata Pramono.

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini