KNews.id – Jakarta, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten atau Bank BJB Yusuf Saadudin meninggal pada Jumat dini hari, 14 November 2025 di Rumah Sakit Mayapada Bandung.
Kejaksaan Agung menyatakan wafatnya Yusuf tidak akan menghambat proses penyidikan terhadap bank tersebut di kasus korupsi pemberian kredit ke PT Sri Rejeki Isman atau PT Sritex. “Tidak berpengaruh karena pembuktian kesalahan para tersangka cukup dengan saksi-saksi dan alat bukti lainnya,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna, Sabtu, 15 November 2025.
Kabar wafatnya Yusuf dibagikan di akun instagram resmi Bank BJB, ‘Innalillahi wainnailahi rajiu’n manajemen dan seluruh insan Bank BJB menyampaikan duka cita yang sedalam-salamnya atas wafatnya Bapak Yusuf Saadudin, Direktur Utama Bank BJB. Semoga almarhum husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, iman dan islamnya serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin.’ bunyi postingan akun tersebut.
Bank BJB tengah menghadapi persoalan hukum di kasus korupsi pemberian kredit ke PT Sritex. Kasus ini ditangani oleh Kejaksaan Agung.
Jaksa telah menetapkan 12 orang tersangka di kasus ini. Dari pihak Bank BJB yang terseret dan jadi tersangka antara lain; Eks Pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB, Dicky Syahbandinata, Executive Vice President Bank BJB 2019-2023 Benny Riswand dan Direktur Utama Bank BJB periode 2009-Maret 2025 Yuddy Renaldi.
Yuddy Renaldi juga ditetapkan sebagai tersangka di kasus korupsi pengadaan iklan Bank BJB yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yuddi merupakan Dirut Bank BJB sebelum Yusuf Saadudin. Yusuf ditunjuk sebagai Dirut Bank BJB pada 11 Maret 2025, menyusul pengunduran diri Yuddy Renaldi akibat proses hukum yang tengah dihadapinya.
Sebelum ditunjuk sebagai Dirut Bank BJB, Yusuf sempat menempati beberapa posisi jabatan, yakni Direktur Konsumer dan Ritel Bank BJB, Pemimpin Divisi Kredit Konsumen periode 2021-2024 dan Kepala Divisi KPR & KKB Bank BJB periode 2019-2021.




