Oleh : Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum & Politik Mujahd 212
(Mengamati Biografi Dr. Roy Suryo)
KNews.id – Muncul isu atau prediktif, bahwa ada dua orang kandidat untuk mengisi pos Kemenpora, yakni antara Kaesang dan “inkumben”.
Maka, jika isu bakal Menpora benar adanya, sebuah awal posisi penempatan kepada sosok yang keliru. Karena, pastinya Kaesang belum punya pengalaman dan jam terbang yang teruji didalam bernegara, kecuali sekedar diolok-olok oleh netizen, oleh sebab hukum keberadaan putusan MA yang beraroma nepotisme dan kasus gratifikasi (nebeng) naik pesawat jet pribadi, dan tentunya latar belakang moralitas dan sejarah hukum sosok Kaesang high risk, sehingga berimplikasi negatif, dan tidak elok bagi kabinet yang membutuhkan super suport moril, dan tidak cukup waktu bagi Kaesang untuk instan piawai dan dapat memahami sistim manajerial di berbagai cabang dunia olahraga tanah air, serta dalam hubungannya dengan kancah dunia olahraga pada tingkat internasional.
Pertimbangan penting lainnya, seorang Menteri adalah manejemen tertinggi di kementriannya sehingga mesti memiliki harkat dan martabat yang role model.
Sementara jika jabatan tersebut tetap diemban oleh Dito, maka bukan posisi yang cocok, karena pengalaman membuktikan, tidak ada hal yang signifikan ditoreh dalam berbagai cabang dunia olahraga tanah air selama dirinya menjabat. Kecuali cabang sepakbola usia 20 yang sosok pelatihnya (IS) cukup lama akrab dengan Dr. Roy Suryo.
Publik bangsa ini amat paham, bahwa cabang dunia olahraga yang multi, andai diberbagai cabangnya mencapai prestasi, implementasinya bakal menjembatani eksistensi NRI dimata dunia. Tentu imbasnya menjadi kontraks ukur yang bakal mendatangkan aspek moril dan finansial positif atau manfaat disektor politik ekonomi bagi NRI sebagai negara berkembang.
Karena aspek politik ekonomi dari dunia internasional tentu amat dibutuhkan oleh Negara Indonesia, sehingga dari olahraga berpeluang menjadi event kerjasama industri dan penanaman modal asing.
Sehingga tokoh nasional yang amanah (kredibel), dan pantas, karena mumpuni dari sisi profesionalitas dan proporsional (berintegritas), selain pekerja serta independen dan lebih mementingkan karya bangsa, bukan melulu cari muka atau ABS. Tidak keliru jika Menpora pada kabinet Presiden Prabowo, diemban oleh contoh figur Dr. Roy Suryo.
(FHD/NRS)





