Faozan menambahkan, sebagai pemimpin bangsa, Megawati tidak hanya berpikir bagaimana menyiapkan anak-anak yang sehat, bebas dari stunting, tetapi juga bertindak nyata melalui kader-kader partai yang dimiliki, yang mendapatkan tugas sebagai menteri, gubernur, bupati/wali kota tentang upaya yang dilakukan untuk mencegah stunting.
Ia pun mengutip pernyataan seorang cendekiawan Muslim, Moeslim Abdurahman, yang mengatakan bahwa umat Islam itu peka syariat, tapi lupa hakikat. Sehingga terjebak rutinitas praktis, tapi lupa berpikir strategis.
“Ikut pengajian itu penting, tapi menyiapkan dan mendidik anak agar menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas jauh lebih penting,” ujar Faozan yang juga hadir dalam acara Kick Off Pancasila Dalam Tindakan tersebut.
“Sebab di tangan merekalah masa depan bangsa dan negara,” kata Sekretaris LDK PP Muhammadiyah tersebut.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto kemarin menanggapi dilaporkannya Megawati Soekarnoputri ke Komisi Nasional (Komnas) Perempuan terkait pidatonya yang menyinggung ibu-ibu pengajian. Dia menjelaskan, pidato Megawati tersebut harus dilihat secara menyeluruh.




