KNews.id – Jakarta – Pelantikan Kombes Pol. Anggoro Wicaksono sebagai Kapolresta Barelang memicu sorotan tajam dari publik.
Bukan tanpa alasan, langkahnya menuju kursi pimpinan di Barelang dibayangi oleh deretan rapor merah dan kontroversi saat ia menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kepri.
Salah satu noda hitam dalam kepemimpinannya adalah kasus penggerebekan ilegal dan pemerasan terhadap seorang pengusaha berinisial B di kawasan Botania, Batam. Aktor Utama Iptu Tigor Solihin Harahap (kini proses PTDH/Pecat).
Sorotan publik muncul pertanyaan besar mengenai pengawasan internal. Publik menilai praktik menyimpang ini sulit terjadi jika fungsi kontrol dari pimpinan berjalan maksimal.
2. “Disalip” Mabes Polri dalam Kasus First Club
Kinerja Ditresnarkoba Polda Kepri di bawah Anggoro sempat dipertanyakan ketika Bareskrim Mabes Polri turun tangan langsung membongkar jaringan narkoba di First Club Batam. Fakta bahwa pengungkapan dilakukan oleh pusat, bukan daerah, menciptakan kesan adanya:
- Blind Spot: Lemahnya deteksi dini dan intelijen di wilayah hukum sendiri.
- Keraguan Publik: Mengapa jaringan di tempat hiburan malam ternama justru luput dari pantauan jajaran tingkat daerah?
3. Polemik Emosi dan Tekanan terhadap Media
Bukan hanya soal operasional, gaya komunikasi Kombes Anggoro juga menuai kritik. Ia dikabarkan sempat menunjukkan respons emosional yang berlebihan terkait pemberitaan pengungkapan narkoba oleh Bareskrim.
Dugaan adanya tekanan untuk meredam berita demi menjaga citra jabatan dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi dan kebebasan pers.
Menanti Gebrakan di Polresta Barelang, Mampukah Tuntaskan “Utang” Kasus?
Kini, sebagai Kapolresta Barelang, Anggoro dihadapkan pada tumpukan pekerjaan rumah (PR) yang telah lama menggantung.
Publik dan komunitas hukum menanti kejelasan atas kasus-kasus besar yang hingga kini belum terungkap, di antaranya:
- Tragedi Kemanusiaan: Kasus tewasnya enam anak di dalam mobil di Sei Panas.
- Kriminalitas Sadis: Pembunuhan mutilasi Ambok Maik dan kasus pembunuhan Chytia di Vista Hotel.
- Keresahan Sosial: Perampokan Alfamart Sagulung Baru dan penikaman Hakim Pengadilan Agama.
Jabatan Kapolresta Barelang bukan sekadar kursi baru bagi Kombes Anggoro, melainkan panggung pembuktian.
Publik kini menunggu, apakah ia mampu memperbaiki citra institusi dan menuntaskan “utang” rasa keadilan bagi masyarakat Batam, atau justru menambah daftar catatan kelam kepemimpinannya?




