spot_img

Cara Mengirim Al-Fatihah untuk Diri Sendiri dan Keutamaannya

KNews.id – Jakarta – Al-Fatihah sering kali kita lantunkan sebagai hadiah doa bagi mereka yang telah meninggal atau sebagai permohonan syafaat bagi orang lain. Namun, tahukah bahwa mengirim Al-Fatihah untuk diri sendiri merupakan salah satu bentuk pengobatan diri terbaik dalam Islam?

Untuk itu, berikut tata cara mengirim Al-Fatihah untuk diri sendiri, lengkap dengan deretan keutamaan luar biasa yang terkandung dalam surat pembuka Al-Qur’an tersebut.

- Advertisement -

Cara Mengirim Al-Fatihah untuk Diri Sendiri

Mengirim Al-Fatihah untuk diri sendiri, dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti halnya melakukan ruqyah mandiri. Dikutip dari buku Ruqyah Syar’Iyah untuk Gangguan Jin, Sihir, Hasad, dan ‘Ain karya Mochamad Mujadid Al Kautsar, berikut tata caranya:

  1. Berwudhu untuk mensucikan jasmani
  2. Salat mutlak 2 rakaat
  3. Mengucap Taawudz, basmallah, istighfar, dan shalawat
  4. Memohon kekuatan kepada Allah
  5. Kemudian membaca surah Al-Fatihah

Keutamaan Surah Al-Fatihah
Dinukil dari buku Tafsir Surah Al-Fatihah karya Idrus Abidin, surah Al-Fatihah memiliki beberapa keutamaan, di antaranya sebagai berikut:

- Advertisement -

1. Surah Teragung dalam Al-Qur’an

عَنْ أَبِي سَعِيدِ بْنِ الْمُعَلَّى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ : لَأُعَلِّمَنَّكَ سُوْرَةً هِيَ أَعْظَمُ السُّوَرِ فِي الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِي فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ قُلْتُ لَهُ : أَلَمْ تَقُلْ لَأُعَلِّمَنَّكَ سُوْرَةً هِيَ أَعْظَمُ سُوْرَةٍ فِي الْقُرْآنِ ؟ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي، وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ

Artinya: “Dari Abu Said Al-Khudri bahwasanya Rasulullah bersabda kepadanya, ‘Saya akan mengajarimu surah teragung dalam Alquran sebelum engkau keluar dari masjid.’ Beliau lalu memegang tanganku. Pada saat beliau hendak keluar, saya berkata kepada beliau, ‘Bukankah engkau hendak mengajariku surah teragung dalam Al-Quran!’ Beliau menjawab, ‘Al-hamdu lillâhi rabb al-‘âlamîn. Itulah al-sab’u al-matsâni (tujuh ayat yang sentiasa diulang) dan merupakan ayat Al-Quran teragung yang diturunkan kepadaku’.” (HR Bukhari)

2. Keagungannya Melebihi Kitab Taurat dan Injil

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ أَبِي بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْزَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ مِثْلَ أُمِّ الْقُرْآنِ وَهِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَهِيَ مَقْسُوْمَةٌ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ

Artinya: “Dari Abu Hurairah dan Ubay bin Ka’ab, ia berkata, Rasulullah bersabda, ‘Allah tidak menurunkan dalam kitab Taurat dan Injil surah yang menyerupai (keagungan) Umm Al-Qurân (Al-Fatihah). Dialah al-sab’u al-matsâni. Surah ini terbagi antara Aku dengan hamba-Ku. Sungguh hamba-Ku akan mendapatkan apa pun permintaannya’.” (HR An-Nasa’i, Ahmad, dan At-Tirmidzi)

- Advertisement -

3. Surah yang Wajib Dibaca ketika Salat

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Artinya: “Dari Ubadah bin Shamit bahwasanya Rasulullah bersabda, ‘Tidak (dianggap sah) salat seseorang yang tidak membaca Surah Al-Fatihah’.” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Cahaya Penerang Keimanan dan Keikhlasan Hati

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ نقيضاً مِنْ فَوْقِهِ فَرَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ : هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ. لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ. فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكَ . فَقَالَ: هَذَا مَلَكُ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ. لَمْ يَنْزِلْ قَط إِلا الْيَوْمَ. فَسَلَّمَ وَقَالَ أَبْشِرْ بِنُوْرَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِي قَبْلَكَ فَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَخَوَاتِيمُ سُوْرَةِ الْبَقَرَةِ. لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيْتَهُ

Artinya: “Dari Ibnu Abbas, ia berkata, ‘Ketika Jibril sedang duduk bersama Nabi ia mendengar suara gemuruh dari atas, lalu ia menengadah ke atas sambil berkata, ‘Itu adalah pintu langit yang sedang terbuka hari ini. Sebelumnya tidak pernah terbuka sama sekali. Lalu turunlah malaikat darinya. Jibril berkata, ‘Inilah salah satu malaikat turun dari langit. Ia sama sekali belum pernah turun ke bumi sebelumnya. Lalu sang malaikat mengucapkan salam, kemudian berkata, ‘Bergembiralah wahai Rasulullah dengan dua cahaya yang akan diberikan kepadamu. Keduanya belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelum engkau, yaitu Surah Al-Fâtihah dan penutup Surah Al-Baqarah. Engkau tidak membaca satu huruf pun dari kedua surah tersebut (lalu engkau meminta kepada Allah) kecuali permintaanmu akan dikabulkan’.” (HR Muslim)

5. Sebagai Doa Penyembuh Penyakit

عَنْ أَبِي سَعِيدِ الْخُدْرِيِّ، قَالَ: كُنَّا فِي مَسِيرٍ لَنَا فَنَزَلْنَا فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ، فَقَالَتْ: إِنَّ سَيِّدَ الْحَيِّ سَلِيمٌ، وَإِنَّ نَفَرَنَا غُيَّبٌ فَهَلْ مِنْكُمْ رَاقٍ ؟ فَقَامَ مَعَهَا رَجُلٌ مَا كُنَّا نَأْبُنُهُ بِرُقْيَةٍ فَرَقَاهُ فَبَرَأَ ، فَأَمَرَ لَهُ بِثَلَاثِينَ شَاةً وَسَقَانَا لَبَنَا، فَلَمَّا رَجَعَ قُلْنَا لَهُ: أكُنتَ تُحْسِنُ رُقْيَةً أَوْ كُنْتَ تَرْقِي ؟ قَالَ: لَا ، مَا رَقَيْتُ إِلَّا بِأُمِّ الْكِتَابِ، قُلْنَا: لا تُحْدِثُوا شَيْئًا حَتَّى نَأْتِيَ ، أَوْ نَسْأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ ذَكَرْنَاهُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: وَمَا يُدْرِيكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ، اقْتَسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهُم

Artinya: “Dari Abu Said Al-Khudri ia berkata, ‘Ketika kami melakukan perjalanan jauh, lalu kami singgah di sebuah perkampungan, tiba-tiba datang seorang budak perempuan sambil berkata, ‘Tetua kampung kami sedang sakit, apakah di antara kalian ada yang bisa me-ruqyah?’ Lalu salah seorang di antara kami bangkit. Sebelumnya ia belum memiliki pengalaman mengobati. Ia lalu membacakan bacaan ruqyah padanya hingga tetua kampung tersebut sembuh. (Sebagai hadiah) ia diberikan 30 kambing dan kami juga dijamu dengan susu segar.

Ketika ia kembali, kami berkata kepadanya, ‘Kamu memang bisa meruqyah atau pernah meruqyah?’ Dia menjawab, ‘Saya tidak mengobatinya kecuali dengan bacaan ruqyah Surah Al-Fâtihah. Kami sarankan padanya agar tidak menceritakan hal ini atau nanti kita tanyakan saja masalah ini kepada Rasulullah. Tatkala kami tiba di Madinah, kami menyampaikan hal itu kepada beliau. Lalu beliau berkata, ‘Siapa yang mengajarimu bahwa Al-Fatihah adalah bagian dari bacaan ruqyah? Kalau begitu, bagi-bagikan hadiahnya! Jangan lupa satu bagian untuk saya’.” (HR Bukhari dan Muslim)

(RD/DTH)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini