spot_img
Senin, Februari 23, 2026
spot_img
spot_img

Bukan Solusi Cepat: AI Ternyata Bisa Memperlambat Programmer Handal

KNews.id – Jakarta – Teknologi kecerdasan buatan (AI) selama ini kerap digambarkan sebagai solusi masa depan untuk meningkatkan efisiensi kerja, terutama di sektor teknologi dan pengembangan perangkat lunak.

Fakta Tak Sesuai Ekspektasi

Studi METR mencatat waktu penyelesaian tugas malah meningkat sebesar 19 persen saat AI digunakan.

- Advertisement -

Artinya, pekerjaan menjadi lebih lambat ketimbang saat dikerjakan secara manual oleh developer yang sudah berpengalaman. Salah satu penulis studi, Joel Becker, mengaku cukup terkejut dengan hasil ini.

“Ketika kami menonton rekaman videonya, AI memang memberikan saran, tapi sering kali hanya ‘hampir benar’ dan tidak sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Nate Rush, rekan Becker yang juga peneliti studi, awalnya memperkirakan AI akan menggandakan kecepatan kerja developer. Namun ia justru mendapati AI lebih sering menambah beban karena saran yang perlu dikoreksi ulang.

Studi ini menepis anggapan populer bahwa AI selalu membuat engineer lebih produktif. Padahal, asumsi itu menjadi dasar banyak investasi besar dalam pengembangan tools AI untuk software development.

AI Tak Cocok untuk Semua Situasi

Penelitian sebelumnya memang sempat menunjukkan hasil berbeda. Misalnya, satu studi menyatakan AI bisa meningkatkan kecepatan coder hingga 56 persen. Namun studi METR membuktikan bahwa hasil tersebut tidak berlaku di semua kondisi.

Faktor pentingnya adalah konteks. Studi ini menyoroti bahwa developer yang sangat mengenal kode yang sedang mereka kerjakan justru lebih lambat jika menggunakan AI.

Alasannya sederhana: mereka harus meluangkan waktu tambahan untuk meninjau dan memperbaiki saran yang diberikan oleh AI. Proses ini ternyata lebih memakan waktu daripada menulis kode secara langsung.

Meski Lambat, AI Tetap Diminati

Meskipun hasilnya tidak seperti yang diharapkan, sebagian besar peserta studi masih tetap menggunakan AI hingga kini. Mereka mengaku AI membuat proses developmentterasa lebih ringan dan tidak terlalu melelahkan.

Joel Becker menambahkan bahwa developertidak selalu mengejar hasil tercepat.

“Kadang mereka memilih jalur yang lebih ringan secara kognitif,” katanya.

Dengan kata lain, AI mungkin tidak mempercepat proses, tetapi membuat pengalaman kerja jadi lebih menyenangkan. Seperti mengedit tulisan, bukan memulai dari halaman kosong.

Para penulis studi pun mengakui bahwa temuan ini kemungkinan tidak berlaku untuk semua level developer. Dalam skenario lain, seperti pemula atau mereka yang bekerja dengan kode asing, AI mungkin tetap sangat membantu.

(NS/Lptn6)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini