spot_img
Jumat, Juli 19, 2024
spot_img

Kubu Anies : Hormati Keputusan PKS

KNews.id – Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera alias DPP PKS menyatakan, mengusung Muhammad Sohibul Iman menjadi bakal calon gubernur (cagub) Jakarta dan bukan Anies Baswedan pada pemilihan kepala daerah atau Pilkada Jakarta 2024. Kubu Anies dan pengamat memberi respons terkait sikap DPP PKS ini.

Kubu Anies: Hormati keputusan PKS

Kubu Anies buka suara ihwal keputusan DPP PKS yang mengusung Sohibul menjadi cagub Jakarta. Juru Bicara Anies Baswedan, Billy David Nerotumilena, mengatakan, Anies menghormati dan menghargai proses internal yang diputuskan PKS mengenai pengusungan Sohibul. Ia yakin, keputusan ini berdampak positif bagi kedua belah pihak.

- Advertisement -

“Kami optimistis PKS dan Pak Anies akan tetap berjalan bersama-sama. Kami percaya, semua kesempatan masih terbuka,” kata Billy.

Kesempatan yang dimaksud Billy ialah ihwal peluang koalisi antara PKS dengan partai pengusung Anies di Pilkada Jakarta kali ini. Apalagi, Anies dan PKS memiliki rekam jejak politik yang sejalan, misalnya pada pilkada Jakarta 2017 silam dan pilpres 2024.

“Keputusan ini menjadi penguat hubungan PKS dan Pak Anies untuk berjalan lebih intens lagi,” ujar Billy.

Pengamat: Bargaining politik

Semantara analis politik Adi Prayitno mengatakan, pengusungan Sohibul di Pilkada Jakarta menjadi upaya PKS untuk menaikan bargaining atau tawaran politik partai terhadap siapa pun yang tertarik berkoalisi dengan PKS.

“PKS ingin publik dan partai lain tahu, bahwa wajib hukumnya menggandeng kader PKS apabila ingin berkoalisi di Jakarta,” kata Adi melalui pesan suara singkat.

- Advertisement -

Sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak di Jakarta pada pemilihan legislatif lalu, Adi mengatakan, tentunya PKS memiliki daya tarik kuat bagi partai lain untuk membentuk koalisi di pilkada Jakarta, termasuk bagi figur yang dinilai memiliki tingkat elektabilitas tinggi.

Figur tersebut misalnya, kata Adi, ialah Anies Baswedan atau Ridwan Kamil. Anies memperoleh dukungan sebagai cagub dari Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jakarta. Sedangkan Ridwan Kamil didukung oleh partai di Koalisi Indonesia Maju, terutama Golkar dan Gerindra.

Menurut Adi, pesan yang diinginkan PKS diketahui dengan pengusungan Sohibul ialah agar partai mempertimbangkan matang dalam menetapkan pasangan figur maupun kadernya nanti.

“Misalnya, jika Anies ingin berkoalisi dengan PKS. Maka, wajib hukumnya untuk menjadikan Sohibul Iman sebagai Wakilnya, bukan yang lain. Ini juga berlaku pada Ridwan Kamil,” ujar Adi.

(Zs/tmp)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini