KNews.id – Jakarta 24 Agustus 2026 – Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses keuangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif BSI dalam kegiatan Gebyar Pembiayaan bertema “Bersatu Mendorong Akses Keuangan UMKM” yang diselenggarakan oleh Departemen Ekonomi-Keuangan Inklusif dan Hijau (DEIH) Bank Indonesia pada rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (21/8).
Pada perhelatan tersebut, BSI turut serta dalam seremoni penandatanganan kesepakatan pembiayaan dengan pelaku UMKM yang disaksikan langsung oleh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.
BSI memberikan bukti nyata komitmen yang tercermin dari kinerja penyaluran pembiayaannya. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan inklusif BSI telah mencapai Rp114,17 triliun. Dari total portofolio tersebut, Nilai Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI sebesar 33,65% per Juni 2026, angka yang berada di atas ambang batas bawah 30% yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Direktur Human Capital & Compliance BSI, Arief Adhi Sanjaya, yang hadir sebagai narasumber utama pada sesi Presentasi Institusi Pembiayaan, memaparkan bahwa dukungan BSI terhadap UMKM bukan sekadar pembiayaan, melainkan ekosistem pembinaan yang terintegrasi.
“Sektor UMKM mempekerjakan 114,7 juta orang dan memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Republik Indonesia. Sebagai bank syariah terbesar, BSI hadir memberikan solusi finansial, sosial, dan spiritual untuk mendampingi UMKM agar bisa naik kelas, bankable, hingga mampu menembus pasar global,” ujar Arief.
Sejalan dengan tema ekonomi hijau yang diusung Bank Indonesia, BSI menorehkan pencapaian strategis dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan yang menembus lebih dari Rp75 triliun per Juni 2026. Angka ini terdiri dari Pembiayaan Sosial sebesar Rp59 triliun, di mana 90% di antaranya disalurkan kepada UMKM, serta Pembiayaan Hijau sebesar Rp16 triliun yang didominasi oleh produk eco-efficient (65,2%).
Ekosistem Pendampingan: Dari Desa hingga Ekspor Global
Lebih dari sekadar menyalurkan modal, BSI secara aktif membangun kapasitas UMKM melalui fasilitas BSI UMKM Center yang telah hadir di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, dan segera menyusul di Bandung, dengan total 6.037 UMKM binaan. BSI juga menghadirkan inovasi digital seperti Portal Go UMKM dan Salam Digital untuk mempermudah proses pengajuan pembiayaan mikro dan kecil secara cepat dan aman.
Untuk pendekatan hyperlocal, BSI mengoperasikan Lapak BSI langsung di pasar-pasar tradisional dan modern, serta menginisiasi 23 Desa Binaan Bangun Sejahtera Indonesia, termasuk program Kampung Nelayan BSI Warloka yang membina klaster perikanan.
Pendampingan intensif ini telah membuahkan hasil nyata, salah satunya keberhasilan ekspor perdana kopi robusta (green bean coffee) dari UMKM asal Lampung ke Oman. Keberhasilan ini merupakan buah langsung dari business matching yang difasilitasi pada ajang BSI International Expo.
“Melalui sinergi bersama Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan di KKI 2026 ini, BSI berharap dapat terus menjadi akselerator utama yang memperkuat daya saing UMKM lokal, mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan membawa produk-produk kebanggaan Indonesia bersaing di kancah internasional,” tutup Arief.
(FHD/BSI)






