Ia menyatakan, ketika BSI mendapatkan izin usaha kantor cabang penuh maka akan leluasa untuk menjalankan bisnis internasional. Pertama, soal trade finance seperti letter of credit (LC) ekspor dan impor tergantung keberadaan nasabah. Kedua, transaksi foreign exchange (fx). Ketiga, pembiayaan sindikasi yang bagus untuk internasional.
“Lisensi ini juga untuk desk capital market, seperti selling sukuk global. Yang lainnya seperti bisnis perbankan ritel bagi para tenaga kerja, diaspora, pengiriman uang, remitansi, lalu pembiayaan KUR para perawat dari Indonesia yang kerja di UEA,” tuturnya.
Asal tahu saja, BRIS ini membukukan kinerja yang impresif sepanjang 2022 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp4,26 triliun, tumbuh 40,68% secara tahunan (YoY). Pencapaian ini merupakan laba tertinggi sepanjang sejarah berdirinya bank syariah di Indonesia.




