Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menerima sertifikat ISO 56001:2024 Innovation Management System (IMS) dari Direktur PT TÜV NORD Indonesia Gde Bayu Wicaksana di Jakarta
KNews.id – Jakarta 1 Mei 2026 – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai pelopor transformasi perbankan syariah nasional dengan meraih sertifikasi internasional ISO 56001:2024 Innovation Management System (IMS). Pencapaian strategis ini menjadikan BSI sebagai perusahaan sekaligus bank pertama di Indonesia yang secara resmi mengantongi sertifikasi ISO 56001:2024, standar global terbaru untuk sistem manajemen inovasi.
ISO 56001:2024 merupakan standar internasional yang ditetapkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk memastikan sebuah organisasi mampu mengelola inovasi secara sistematis, terintegrasi, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Standar ini menekankan penguatan kepemimpinan, tata kelola, budaya organisasi, serta kesinambungan proses inovasi sebagai bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.
Sertifikasi ini diraih setelah BSI merampungkan proses audit eksternal yang komprehensif oleh TÜV NORD Indonesia pada Maret 2026. Pencapaian tersebut bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan wujud nyata komitmen BSI dalam menginternalisasi inovasi sebagai kapabilitas strategis perusahaan. Di tengah era pemanfaatan data, digitalisasi layanan, dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat di industri perbankan, BSI memastikan bahwa inovasi tidak hanya berfokus pada kecepatan dan efisiensi, tetapi juga dikelola melalui kerangka tata kelola yang kuat, terukur, dan akuntabel guna menjamin keamanan serta kenyamanan nasabah.
Penerapan Innovation Management System berbasis ISO 56001:2024 memungkinkan BSI membangun pengelolaan inovasi secara end-to-end, mulai dari penyelarasan dengan strategi perusahaan, pengelolaan portofolio inovasi, pengembangan ide dan solusi, hingga pengukuran kinerja serta realisasi nilai. Pendekatan yang terstruktur ini menjadi kunci untuk memastikan setiap inovasi produk maupun proses bisnis senantiasa relevan dengan kebutuhan lebih dari 23 juta nasabah BSI, sekaligus tetap selaras dengan prinsip kehati-hatian dan nilai-nilai syariah.
Direktur Compliance & Human Capital BSI Arief Adhi Sanjaya menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk menjadikan inovasi sebagai kapabilitas inti yang dikelola secara terarah dan bertanggung jawab.
“ISO 56001:2024 menjadi fondasi penting bagi BSI dalam memastikan bahwa inovasi dikembangkan secara sistematis, selaras dengan strategi perusahaan, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Bagi kami, inovasi adalah bagian dari amanah untuk terus memberikan layanan terbaik dan membangun kepercayaan nasabah,” tegas Arief.
Direktur PT TÜV NORD Indonesia Gde Bayu Wicaksana saat penyerahan sertifikat ISO 56001:2024 kepada BSI menegaskan makna strategis pencapaian tersebut.
“BSI secara resmi menjadi perusahaan dan bank pertama di Indonesia yang menerapkan dan tersertifikasi ISO 56001:2024 Innovation Management System. Hal ini menunjukkan bahwa BSI telah memiliki kerangka manajemen inovasi yang matang, terstruktur, dan terintegrasi dengan strategi bisnis perusahaan, sejalan dengan praktik terbaik internasional,” ujar Gde Bayu.
Sebagai first mover dalam penerapan standar manajemen inovasi global di industri perbankan nasional, pencapaian ini semakin memperkuat kredibilitas BSI di mata nasabah, regulator, investor, serta mitra strategis di tingkat domestik maupun internasional. Dengan fondasi sistem manajemen inovasi yang telah terstandardisasi secara global, BSI optimistis dapat terus memperluas jangkauan layanan, menghadirkan solusi keuangan syariah yang relevan untuk masa depan, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan seiring dengan penguatan kepercayaan publik.
(FHD/BSI)




