spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
spot_img

Bos Narkoba “Hulk” Diciduk, Ternyata Tinggal di Rumah Sewa Mewah Rp194 Juta per Bulan

KNews.id – Jakarta – Otoritas Portugal menangkap salah satu gembong narkoba Brasil, Ygor Daniel Zag, yang dikenal dengan julukan “Hulk”. Dia ditangkap di Cascais bersama istrinya, Fernanda.

Dilansir dari Euronews, Selasa (18/11/2025), Hulk merupakan salah satu bos organisasi kriminal terbesar di Brasil, Primeiro Comando da Capital (PCC).

- Advertisement -

Dia menjalankan operasi dan mencuci jutaan euro hasil perdagangan narkoba serta penipuan bahan bakar di negara tersebut.

Polisi Portugal menyampaikan, Hulk dan istrinya kini dijerat dugaan keterlibatan dalam asosiasi kriminal, korupsi, dan pencucian uang.

- Advertisement -

Menurut otoritas setempat, pasangan tersebut hidup tenang di sebuah rumah sewaan senilai 10.000 euro atau sekitar Rp 194 juta per bulan di dalam kondominium pribadi di Cascais.

Hulk disebut sebagai salah satu bandar narkoba paling berpengaruh di Brasil dan dikenal sebagai salah satu pemimpin teratas PCC.

Pada 2014, dia dijatuhi hukuman 29 tahun penjara karena terlibat dalam skema lintas Atlantik yang menghubungkan PCC dengan mafia Balkan.

Akan tetapi, dia belum dikurung. Hingga 2021, dia ditangkap bersama istrinya dalam operasi pemberantasan narkoba di Sao Paulo, Brasil, yang berkaitan dengan penyelidikan terhadap keluarga pimpinan PCC, Marcos Willians Herbas Camacho atau Marcola.

Saat menunggu keputusan banding, Hulk kembali melakukan aktivitas kriminal pada 2023.

Pada 2023, otoritas menyita 30.000 liter metanol yang kemudian membuka kedok jaringan kriminal Hulk.

- Advertisement -

Media Jornal de Noticias melaporkan bahwa Hulk memilih kabur ke Portugal dan tiba pada Mei lalu setelah melarikan diri dari Brasil melalui Peru dan kemudian Italia.

Empat bulan kemudian, istrinya menyusul dan tiba pada September. Dana ilegal terkait organisasi kriminal ditemukan dalam rekening bank Fernanda.

Hulk masuk dalam daftar Interpol Red Notice pada 27 Oktober dan menjadi buronan dalam kerja sama kepolisian internasional.

Setelah hampir satu dekade menghindari hukum, dia akan dihadirkan ke Pengadilan Banding Lisbon untuk menjalani proses hukum.

Organisasi kriminal

PCC merupakan organisasi kriminal terbesar di Brasil dengan sekitar 20.000 anggota.  Beberapa perkiraan bahkan menyebut jumlah anggotanya dapat mencapai 40.000 orang.

Hasil penyelidikan menunjukkan, kelompok tersebut menguasai bagian besar dari pasar bahan bakar di Brasil.

Pimpinan mereka, Marcola, dikenal terkait aksi perampokan bank, perdagangan narkoba, pembunuhan, hingga aktivitas terorisme.

Organisasi ini dibentuk pada 1993 sebagai jaringan di dalam penjara dengan tujuan awal melindungi sesama narapidana dan memperkuat hubungan antar penghuni penjara.

Seiring waktu, struktur ini berkembang menjadi jaringan kriminal besar yang terlibat dalam perdagangan narkoba, perampokan, pencucian uang, korupsi, intimidasi, dan pengaruh kuat atas sistem penjara.

PCC memiliki hubungan erat dengan berbagai mafia internasional, termasuk kelompok kejahatan terorganisasi di kawasan Balkan.

Marcola telah dipenjara sejak 1999 dan menjalani total hukuman lebih dari 300 tahun.

(NS/KMP)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini