KNews.id – Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, buka suara terkait informasi pengadaan sejumlah barang seperti kaos kaki yang mencapai Rp6,9 miliar, serta laptop, dan alat makan senilai Rp4 triliun.
Dadan menegaskan pengadaan barang-barang tersebut memang ada, sebagai bagian dari kebutuhan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, jumlahnya tidak sebesar yang ramai diberitakan.
“Pengadaan itu ada, tetapi tidak sebanyak yang disebutkan. Misalnya laptop 32.000 unit dan alat makan senilai Rp4 triliun sama sekali tidak benar,” kata Dadan dalam keterangan, Selasa (14/4/2025).
1. Pengadaan laptop 5 ribu unit
Dadan menjelaskann, pengadaan kaos kaki, laptop, dan alat makan dilakukan sesuai kebutuhan riil di lapangan, dan tidak dalam jumlah fantastis seperti informasi yang beredar. Sepanjang 2025, Dadan menyebut, pengadaan laptop di lingkungan BGN hanya 5.000 unit.
2. Pengadaan alat makan hanya untuk 315 SPPG
Selain itu, terkait pengadaan alat makan hanya dilakukan untuk 315 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Pengadaan alat makan hanya untuk 315 SPPG yang dibiayai APBN dengan pagu sekitar Rp215 miliar,” sebut Dadan.
3. Kaos kaki bukan pengadaan di BGN
Dadan memastikan pembangunan SPPG berbasis APBN tersebut telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) menteri terkait, sehingga seluruh pengadaan mengikuti perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah.
Dari sisi anggaran, Dadan merinci, pagu untuk pengadaan alat makan Rp89,32 miliar, dengan realisasi mencapai sekitar Rp68,94 miliar. Hal ini menunjukkan pelaksanaan pengadaan dilakukan secara efisien dan tidak melampaui anggaran yang telah ditetapkan.
Sementara terkait kaos kaki, Dadan menekankan, BGN tidak melakukan pengadaan secara langsung. Dia menyebut kaos kaki merupakan bagian dari perlengkapan yang diberikan saat pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
“Untuk kaos kaki, itu bukan pengadaan di BGN. Itu diberikan saat pendidikan SPPI sebagai bagian dari perlengkapan peserta yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan,” jelasnya.




