Perbedaan ini mencuat melalui momen yang diunggah akun facebook pintarpolitik terkait pelukan di Sorong Papua oleh Anies dan penolakan pelukan di Batam oleh Prabowo.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, baru-baru ini terlihat melakukan aksi yang mencuri perhatian di Sorong, Papua. Salah seorang pemuda Papua yang dipanggil Anies untuk ke panggung mengatakan, “Osut tu buat pejabat saja ka?”
Usai mengatakan itu, pemuda Sorong yang dipanggil dengan nama Ismail itu langsung memeluk Anies dan disambut hangat oleh Anies dengan memeluk erat. Aksi tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih akrab dan santai dalam berkomunikasi dengan masyarakat, menunjukkan sisi personal dan kehangatan seorang pemimpin.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, terlibat dalam momen yang berbeda di Batam. Dalam kunjungannya, Prabowo terlihat menolak pelukan dari seorang warga setempat. Sikap ini menunjukkan preferensi Prabowo untuk menjaga formalitas dan mungkin juga menjaga jarak fisik dalam interaksi sosialnya.
Perbedaan dalam gaya interaksi ini dapat dipahami sebagai bagian dari strategi komunikasi politik masing-masing tokoh. Anies memilih pendekatan yang lebih akrab dan dekat dengan warga, sementara Prabowo cenderung mempertahankan sikap formal dan jarak fisik.
Dua pendekatan ini mencerminkan strategi yang berbeda dalam menciptakan citra dan membangun hubungan dengan pemilih. (Zs/Pr.Jak)






