“Sayangnya Jenderal Wiranto mengembalikan surat “kepercayan” itu kepada Presiden Soeharto, sehingga tidak ada penangkapan terhadap pejabat, tidak ada pemisahan antara personil baru dengan personil Reformasi,” pungkas Beathor. (AHM/SN)
Copyright © KeuanganNews.ID All Rights Reserved




