spot_img
Selasa, Januari 27, 2026
spot_img
spot_img

Barack Obama Pernah Tunjukan Akta Kelahiran Karena di Tuduh Tak Memenuhi Syarat Jadi Presiden AS

KNews.id – Jakarta, Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pernah menghadapi tuduhan publik saat mencalonkan diri sebagai Presiden AS pada 2008. Tuduhan itu menyebut bahwa Obama lahir di negara asal ayahnya, Kenya atau Indonesia sehingga tidak memenuhi syarat mencalonkan diri sebagai pemimpin negara.

Meski demikian, Obama membantah tuduhan tersebut. “Kita tidak punya waktu untuk kekonyolan semacam ini,” kata Obama. “Kita punya hal yang lebih baik untuk dilakukan.

- Advertisement -

Saya punya hal yang lebih baik untuk dilakukan. Kita punya masalah besar untuk dipecahkan, dan saya yakin kita bisa menyelesaikannya, tetapi kita harus fokus pada masalah itu, bukan pada ini,” imbuhnya.

Berdasarkan konstitusi AS, hanya warga negara yang lahir di AS yang bisa menjadi presiden. Obama tunjukkan akta kelahiran ke publik Tuduhan bahwa Obama lahir di Kenya kemudian berkembang menjadi “konspirasi birther”.

- Advertisement -

Rumor itu muncul sejak masa kampanye. Padahal, Obama saat itu sudah merilis cetakan komputer berisi informasi data diri yang diakui sebagai catatan resmi kelahirannya, seperti paspor. Pejabat kesehatan masyarakat di Hawaii juga menjamin keaslian dokumen tersebut.

Namun, langkah ini tampaknya tidak berhasil meredakan mereka yang percaya pada konspirasi birther. Hingga pada 2011, Gedung Putih mempublikasikan akta kelahiran Obama ke publik. Keputusan ini diambil usai Obama berpendapat bahwa tuduhan yang menimpa dirinya bisa berdampak buruk terhadap negara.

“Mungkin hal itu merupakan politik dan tayangan TV yang baik, tetapi hal itu buruk bagi rakyat Amerika dan mengalihkan perhatian dari berbagai tantangan yang kita hadapi sebagai sebuah negara,” ucapnya, dikutip dari pernyataan resmi Gedung Putih.

Obama akhirnya meminta penasihat hukumnya untuk meninjau kewenangan hukum agar dirinya bisa mengakses dan meminta akta kelahirannya secara lengkap. Atas dasar itu, Departemen Kesehatan Negara Bagian Hawaii memberikan pengecualian dan merilis salinan akta kelahiran lengkap milik Obama.

Lembaga kesehatan itu juga mendapat desakan dari publik untuk merilis akta kelahiran Obama sehingga memutuskan untuk mengabulkan pengecualian. Akta kelahiran Obama dikirim oleh pemerintah Hawaii kepada tim kampanye presiden tersebut.

Melalui pernyataan resmi, Gedung Putih memastikan bahwa dokumen akta kelahiran Obama serupa yang diterima warga yang lahir di Hawaii.

- Advertisement -

“Setiap kali warga negara yang lahir di Hawaii meminta akta kelahiran, mereka akan menerima persis seperti yang diterima Presiden,” tulis pernyataan tersebut. Dokumen akta kelahiran itu juga telah diakui oleh Pemerintah Federal dan pengadilan untuk semua tujuan hukum.

Di Hawaii, dokumen yang sama juga digunakan untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Dugaan pemalsuan dokumen

Setahun kemudian, seorang Sheriff Joe Arpaio mengatakan bahwa akta kelahiran Obama yang dirilis Gedung Putih adalah palsu. Menurutnya, dokumen itu merupakan hasil rekayasa komputer. Dugaan ini muncul dari investigasi yang dilakukannya bersama dengan penyelidik utamanya, Mike Zullo.

Keduanya mengunggah lima video yang menjelaskan hasil investigasi mereka. Video yang diunggah di situs Western Center for Journalism itu menunjukkan bahwa penyidik menemukan stempel tanggal dan stempel petugas pendaftaran pada akta kelahiran Obama diimpor dari tempat lain.

Mereka mengatakan, stempel-stempel tersebut berada di lapisan dokumen yang berbeda dan dapat dipindahkan dengan bebas ketika dibuka pada perangkat lunak penyunting, seperti Adobe Photoshop. Zullo juga mengajukan argumen serupa tentang kartu registrasi selektif Obama.

Dia menyiratkan bahwa tahun 1980 pada cap pos telah dimanipulasi, karena tidak ada perangko yang tersedia saat itu. “Seseorang memotong perangko tahun 2008 untuk menunjukkan tahun 08, lalu membaliknya sehingga tertulis tahun 80,” ucapnya, dikutip dari NPR.

“Kartunya tidak hanya dipalsukan, tapi dipalsukan dengan buruk,” imbuh Zullo. Meski demikian, AP News melaporkan bahwa Arpaio tidak memberikan petunjuk apa pun tentang temuan investigasinya padahal telah menjadwalkan konferensi. “Saya tidak akan menyerang Obama.

Saya hanya menjalankan tugas saya,” ucapnya. Para kritikus berpendapat bahwa tujuan Arpaio adalah mengalihkan perhatian dari masalah hukumnya sendiri sekaligus meningkatkan profil politiknya yang kala itu mencalonkan diri untuk masa jabatan keenam.

Namun, sang sheriff segera membantah adanya strategi itu. “Anda bilang saya butuh ini untuk terpilih? Apa Anda bercanda? Saya sudah terpilih lima kali. Saya tidak butuh ini,” tandasnya.

(FHD/Kmp)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini