“Tahun depan kondisinya relatif lebih baik dibandingkan resesi negara maju di krisis finansial global tersebut,” jelasnya.
Sementara, IMF (International Monetary Fund) dan OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melandai ke 4,7% dan 5%. Kemudian, Euro Area dan Amerika Serikat, keduanya akan tumbuh di kisaran 0,5% – 1,0%, sementara China akan tumbuh lebih baik ke kisaran 4,4% – 4,6%.
“Dengan kondisi tersebut, kita tentu berharap meskipun mengalami perlambatan, Indonesia masih terus melanjutkan pemulihan walaupun terbatas pada sektor yang berbasis ekonomi domestik. Walaupun demikian, kita tetap perlu memantau potensi pasar ekspor ke negara-negara yang mengalami inflasi yang tinggi dengan produk-produk kita yang lebih kompetitif,” imbuh Andry.
Secara sektoral, perekonomian menunjukkan kinerja yang semakin membaik pada kuartal III 2022 yang tercatat sebesar 5,72%. Sektor-sektor terkait mobilitas seperti sektor transportasi serta hotel & restoran telah menunjukan peningkatan aktivitas yang signifikan. Lebih dari itu, sektor-sektor lain pun menunjukan kinerja pertumbuhan yang semakin solid dengan mayoritas sektor sudah memiliki level aktivitas ekonomi yang jauh melebihi level sebelum pandemi Covid-19 di tahun 2019.




