Jumlah aset perbankan di 2023 akan semakin subur seiring proyeksi kredit perbankan baik dari regulator maupun bankir akan berlanjut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) meyakini kredit perbankan tahun ini bisa mencapai hingga 10% hingga 12% YoY.
Asal tahu saja, Bank Mandiri yakin penyaluran kredit bisa tumbuh 10% hingga 12% pada tahun ini. Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar menyatakan pertumbuhan kredit itu akan tetap memperhatikan kualitas aset.
“Beberapa sektor prospektif di 2023 antara lain sektor yang kami lihat cukup resilient dan prospek bertumbuh dalam jangka waktu panjang. Misalnya, industri FMCG, industri pengolahan, healthcare, dan pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, Bank Mandiri juga akan mendorong dan mengoptimalkan bisnis turunan dari ekosistem nasabah wholesale. Juga mengincar berbagai sektor unggulan di berbagai wilayah.
Sedangkan BRI group menargetkan pertumbuhan kredit bisa tumbuh 10% hingga 12% YoY di 2023. Salah satu upayanya dengan mengoptimalkan alokasi penyaluran KUR tahun 2023 dari Pemerintah sebesar Rp 270 triliun tahun ini.
“Ini tak lepas dari kemampuan BRI dalam memproses dan mencairkan KUR dengan rata-rata Rp 1 triliun per hari. Terkait dengan KUR, Supari menjabarkan secara gamblang bahwa KUR adalah Kredit Usaha Rakyat, jadi KUR itu adalah Kredit, bukan bantuan atau hibah,” papar Direktur Bisnis Mikro BRI Supari.




