spot_img
Selasa, Januari 13, 2026
spot_img
spot_img

Banjir Lumpur Rusak Ribuan Hektare Sawah di Bireuen, Ancaman Krisis Pangan Mulai Terlihat

KNews.id – Bireuen — Bencana banjir disertai aliran lumpur yang melanda Kabupaten Bireuen dalam beberapa pekan terakhir meninggalkan kerusakan besar pada lahan pertanian produktif. Investigasi independen Lembaga Pengawas Bencana Nasional (LPBN) mencatat setidaknya 2.148 hektare sawah terdampak, termasuk 1.605 hektare yang sudah memasuki masa panen dan dipastikan gagal diproduksi.

Kerusakan terparah terpantau di Kecamatan Peudada dan Jeunieb, di mana sebagian besar hamparan padi yang siap panen tertimbun material lumpur setebal 20–40 sentimeter. Sementara itu, sejumlah lahan di Gandapura dan Juli diperkirakan tidak dapat ditanami hingga dua musim tanam ke depan akibat tertutup endapan pasir dan kerikil.

- Advertisement -

“Semua hilang seketika. Kami tak tahu harus mulai dari mana,” ujar seorang petani di Gampong Alue Limeng yang sawahnya tertimbun lumpur hampir satu meter. Di beberapa titik, batang padi yang sebelumnya menguning kini tidak lagi terlihat—tenggelam dalam lumpur pekat yang mengeras.

Risiko Krisis Pangan Meningkat

- Advertisement -

Bireuen merupakan salah satu lumbung padi utama di pantai utara Aceh. LPBN memperkirakan produksi beras daerah itu berpotensi turun hingga 60 persen pada musim berikutnya jika tidak ada penanganan cepat dan pembenahan sistem irigasi.

Penurunan produksi ini dapat memicu kenaikan harga beras lokal serta memperbesar ketergantungan pasokan dari luar daerah, terutama jika pemulihan lahan memakan waktu lebih panjang.

Di luar sektor pertanian, bencana ini juga merusak infrastruktur penting. Sejumlah jembatan putus, jaringan irigasi jebol, dan akses jalan ke beberapa gampong di Makmur, Samalanga, Pandrah, dan Peudada sempat terputus selama beberapa hari. Kondisi tersebut menghambat distribusi bantuan logistik dan memperlambat proses evakuasi warga.

Bupati Bireuen Bertemu Presiden Prabowo

Dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Aceh, Bupati Bireuen Muklis melaporkan bahwa skala kerusakan sawah, permukiman, dan infrastruktur di wilayahnya telah berada pada titik kritis. Laporan ini disampaikan langsung saat Presiden meninjau daerah terdampak, termasuk jembatan bailey darurat yang dibangun untuk membuka kembali akses antar-gampong.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo berjanji bahwa pemerintah pusat akan bekerja cepat melakukan rehabilitasi lahan pertanian dan perbaikan irigasi yang rusak. Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan sarana pertanian serta dukungan khusus bagi petani yang mengalami kerugian besar.

- Advertisement -

“Kalau sawahnya rusak, akan kita bantu perbaiki. Utang-utang petani juga akan kita hapuskan, karena ini adalah bencana alam, force majeure,” ujar Presiden dalam pernyataannya yang diparafrasekan dari rilis resmi pemerintah.

Selain itu, pemerintah menyiapkan suplai cadangan pangan untuk Aceh guna memastikan pasokan beras tetap terjaga selama masa pemulihan. Langkah ini dianggap penting untuk mengantisipasi potensi kelangkaan pangan serta menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.

LPBN: Situasi Belum Final

LPBN menegaskan bahwa data kerusakan masih bersifat sementara karena sejumlah desa masih sulit dijangkau. Investigasi lanjutan diperlukan untuk memastikan total kerusakan dan dampak jangka panjang terhadap ketahanan pangan Bireuen dan wilayah sekitarnya.

“Jika tidak ada intervensi cepat dan terukur, Bireuen bisa menghadapi krisis pangan lokal,” ujar investigator LPBN, Nazar El Mahfudzi.

Sementara proses pemulihan sedang berjalan, ribuan petani di Bireuen kini menunggu kepastian bantuan, rehabilitasi lahan, dan dukungan pemerintah untuk kembali memulai aktivitas pertanian yang menjadi tumpuan hidup mereka.

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini