spot_img
Selasa, Juli 16, 2024
spot_img

Autoimun: Penyakit yang Tengah Tren di Masyarakat, Apa Penyebabnya?

KNews.id – Penyakit autoimun semakin menjadi tren di kalangan masyarakat karena meningkatnya kesadaran akan gejala-gejalanya dan faktor lingkungan yang memicunya. Banyak orang sekarang lebih waspada terhadap tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan autoimun, meskipun kadang-kadang terjadi kesalahpahaman atau klaim yang tidak tepat.

Faktor genetik memang menjadi penyebab utama, namun pengaruh lingkungan juga memiliki peran signifikan dalam mencetuskan penyakit ini. Kesadaran yang lebih tinggi tentang kondisi ini membuat masyarakat lebih peka terhadap gejala-gejala yang ada di sekitar mereka, sehingga lebih banyak yang menduga bahwa mereka mungkin menderita autoimun.

- Advertisement -

Ditemui dalam acara Grand Opening Immuno Derma Clinic: Klinik Kulit Alergi, Autoimun, dan Inflamasi Pertama di Indonesia, Sabtu (8/6/2024), di Jakarta Selatan, Dr. dr. Windy Keumala Budianti, Sp.DVE, Subsp. DAI., Subspesialis Dermato Alergo Imunologi selaku pemilik Immuno Derma Clinic dan Dr. Bintari Anindhita, Sp.GK., Spesialis Gizi Klinik di Immuno Derma Clinic menjelaskan mengenai fenomena penyakit autoimun yang kian merebak di Indonesia.

“Berdasarkan data lima tahun terakhir, jumlah pasien alergi, autoimun, dan inflamasi di Indonesia terus meningkat, terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya. Oleh karena itu, kami sangat senang dan bangga atas resminya pembukaan Immuno Derma Clinic di Jakarta.

Kini kami dapat memberikan layanan terbaik dengan konsep patient-centered-care –sebuah konsep perawatan yang menerapkan pemahaman menyeluruh pada pasien dengan mengedepankan nilai, kebutuhan dan pilihan pasien – yang berfokus pada penyakit kulit alergi, autoimun, dan inflamasi. Kami berharap Immuno Derma Clinic memberi banyak manfaat bagi pasien untuk mengendalikan dan berdamai dengan penyakit yang biasanya berjalan kronik serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik,” ujar Dr. dr. Windy.

Mengapa Autoimun Semakin Jadi Tren di Masyarakat?
Penyakit autoimun semakin menjadi tren di kalangan masyarakat karena meningkatnya kesadaran akan gejala-gejalanya dan faktor lingkungan yang memicunya. Banyak orang sekarang lebih waspada terhadap tanda-tanda yang mungkin mengindikasikan autoimun, meskipun kadang-kadang terjadi kesalahpahaman atau klaim yang tidak tepat.

“Faktor genetik memang menjadi penyebab utama, namun pengaruh lingkungan juga memiliki peran signifikan dalam mencetuskan penyakit ini. Kesadaran yang lebih tinggi tentang kondisi ini membuat masyarakat lebih peka terhadap gejala-gejala yang ada di sekitar mereka, sehingga lebih banyak yang menduga bahwa mereka mungkin menderita autoimun,” kata Dr. dr. Windy.

- Advertisement -

Gejala Penyakit Autoimun Bukan Hanya di Lihat dari Kondisi Kulit

Dr. dr. Windy menjelaskan bahwa Autoimun merupakan penyakit seribu wajah, karena bisa mirip dengan penyakit yang lain. Ada beberapa Autoimun yang mungkin mirip penyakit jamur, penyakit infeksi bakteri juga ada.

“Tetapi sebenarnya setiap penyakit itu ada karakteristiknya dan kalau di kulit ya kita bisa lihat langsung. Kalau di penyakit dalam misalnya gangguan hati karena infeksi atau hati karena autoimun, mungkin agak sulit dibedakan, tetapi kalau di kulit kita bisa lihat dan bisa melakukan berbagai pemeriksaan. Misalnya biopsik kulit itu bisa membedakan. Jadi akan lebih mudah kita mengidentifikasi ini autoimun, alergi, atau penyakit inflamasi lainnya,” tambahnya.

Dr. dr. Windy juga menambahkan bahwa banyak orang yang menyangka bahwa eksim menjadi tanda-tanda dari autoimun. “Eksim adalah dermatitis, dan itu berbeda dengan autoimun. Jalur mekanismenya sangat berbeda. Namun, ada beberapa penyakit autoimun yang menyerupai eksim. Sehingga, mungkin awalnya didiagnosis eksim, tetapi setelah diperiksa lebih lanjut oleh dokter lain, ternyata itu adalah autoimun. Hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman bahwa eksim berkembang menjadi autoimun, padahal mekanisme dan penyakitnya sangat berbeda,” tambahnya.

Autoimun tidak selalu ditandai oleh masalah kulit, tetapi juga bisa terdeteksi melalui mata, pencernaan, dan lain-lain. Keuntungan jika tanda-tanda ada di kulit adalah kita bisa melihatnya langsung, sehingga sering kali ini menjadi petunjuk untuk mengetahui kondisi di dalam tubuh. Bahkan, ada juga sumber utama masalah autoimun yang berasal di perut atau sistem pencernaan, dan masalah kulit hanya merupakan petunjuk awal.

(Zs/Pop)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini