KNews.id – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Llyod Austin menyatakan telah berbicara dengan Menhan Israel Yoav Gallant mengenai situasi keamanan dan operasi Israel. AS menegaskan dukungannya untuk Israel.
Pembicaraan tersebut dilakukan melalui sambungan telepon setelah militer Israel mengatakan melakukan “serangan darat terbatas, terlokalisasi, dan ditargetkan berdasarkan intelijen yang tepat” terhadap Hizbullah di desa-desa di Lebanon selatan dekat perbatasan.
Israel menilai infrastruktur serangan Hizbullah di perbatasan dapat menimbulkan “ancaman langsung terhadap komunitas Israel di Israel utara.” Meski demikian, Austin menegaskan kembali bahwa resolusi diplomatik diperlukan untuk memastikan bahwa warga sipil dapat kembali dengan selamat ke rumah mereka di kedua sisi perbatasan.
Dia juga menegaskan bahwa AS “berada dalam posisi yang tepat untuk membela personel, mitra, dan sekutu AS dalam menghadapi ancaman dari Iran dan organisasi teroris yang didukung Iran, dan bertekad untuk mencegah aktor mana pun mengeksploitasi ketegangan atau memperluas konflik.”
“Saya tegaskan kembali konsekuensi serius bagi Iran jika Iran memilih melancarkan serangan militer langsung terhadap Israel,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan, sedikitnya 63 orang tewas dan 92 lainnya luka-luka dalam gelombang serangan udara baru Israel. Dalam serangan tersebut, Israel menargetkan banyak wilayah di Lebanon selatan dan timur.
Kementerian itu menyatakan bahwa 12 orang lainnya meninggal dan 20 lainnya luka-luka dalam serangan Israel di wilayah selatan Hermel. Enam petugas medis juga syahid dan empat lainnya luka-luka ketika jet tempur Israel menyerang pusat pertahanan sipil di Kota Sohmor di Lembah Bekaa bagian barat.
Sejak 23 September, Israel telah meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap apa yang mereka sebut sebagai sasaran Hizbullah di seluruh Lebanon, menewaskan lebih dari 900 orang dan melukai 2.700 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. Beberapa komandan Hizbullah gugur dalam serangan Israel, termasuk pemimpin Hassan Nasrallah.
Pada Senin, Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengatakan, Lebanon siap untuk mengimplementasikan resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang melibatkan pengerahan tentara Lebanon di selatan Sungai Litani.
Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas batas sejak dimulainya perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan hampir 41.600 orang, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, menyusul serangan lintas batas kelompok Hamas Palestina pada 7 Oktober tahun lalu.
Masyarakat internasional telah memperingatkan bahwa serangan Israel di Lebanon dapat meningkatkan eskalasi konflik Gaza ke perang regional yang lebih luas.




