spot_img

Arab Saudi Siapkan Kereta Cepat dan Ribuan Shuttle untuk Layani Jamaah Haji

KNews.id – Pemerintah Arab Saudi terus mematangkan persiapan transportasi menjelang musim haji 2026. Berbagai moda transportasi modern mulai disiagakan untuk melayani jutaan jamaah yang diperkirakan memadati Makkah dan wilayah sekitarnya selama puncak ibadah haji.

Fokus utama tahun ini berada pada penguatan mobilitas jamaah agar perjalanan menuju lokasi-lokasi utama ibadah dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan tertib di tengah cuaca panas ekstrem musim panas.

- Advertisement -

Salah satu andalan transportasi haji 2026 adalah Al-Mashaaer Al-Mugaddassah Metro yang dioperasikan oleh Saudi Arabia Railways. Kereta listrik berkapasitas besar tersebut menjadi tulang punggung perpindahan jamaah antara Mina, Muzdalifah, dan Arafah.

Metro Haji Mampu Angkut Jutaan Penumpang

Sistem metro modern itu diproyeksikan mampu melayani lebih dari dua juta penumpang selama musim haji berlangsung. Kehadirannya dinilai sangat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas yang biasanya terjadi saat puncak ibadah di kawasan masyair.

- Advertisement -

Jalur rel metro memiliki panjang sekitar 18 kilometer dengan sembilan stasiun yang tersebar di area suci. Untuk mendukung operasionalnya, sebanyak 17 rangkaian kereta dikerahkan dengan kapasitas hingga 3.000 penumpang per kereta.

Dengan kemampuan mengangkut sekitar 72 ribu penumpang per jam, layanan ini menjadi salah satu sistem transportasi haji terbesar di dunia.

Selain mempercepat perpindahan jamaah, penggunaan metro listrik juga membantu mengurangi ribuan perjalanan bus setiap tahunnya. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Arab Saudi menekan emisi karbon dan memperluas penggunaan transportasi ramah lingkungan.

Kereta metro tersebut diketahui telah beroperasi sejak 2010 dan mampu melaju hingga kecepatan 80 kilometer per jam. Perjalanan dari Arafah menuju Mina kini hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

Arus Kendaraan Menuju Makkah Meningkat

Selain transportasi berbasis rel, pemerintah Arab Saudi juga memperkuat pengaturan lalu lintas kendaraan yang menuju Kota Makkah.

Otoritas jalan raya setempat mencatat puluhan ribu kendaraan mulai memasuki Makkah sejak awal Dzulhijjah. Jalur Prince Mohammed bin Salman Road disebut menjadi ruas paling padat karena dilalui lebih dari 22 ribu kendaraan dalam satu hari.

- Advertisement -

Sementara itu, jalur Taif-Makkah melalui Al-Sail Al-Kabeer dan Jalan Al-Laith juga mengalami peningkatan volume kendaraan seiring kedatangan jamaah dari berbagai wilayah.

Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, petugas lapangan dan tim logistik disiagakan selama 24 jam di titik-titik utama. Pengawasan dilakukan secara ketat guna mengurangi kemacetan sekaligus memastikan keselamatan jamaah selama perjalanan.

Madinah Perkuat Layanan Shuttle Jamaah

Tak hanya di Makkah, layanan transportasi khusus juga diperkuat di Kota Madinah. Pemerintah setempat mengoperasikan program “Madinah Bus” berupa shuttle khusus yang melayani perjalanan jamaah menuju Masjid Nabawi dan Masjid Quba.

Layanan tersebut difokuskan pada Hari Arafah hingga Idul Adha agar jamaah dapat berpindah lokasi ibadah dengan lebih mudah tanpa mengganggu operasional transportasi umum reguler.

Sejumlah rute utama yang menghubungkan terminal dan kawasan penting di Madinah akan beroperasi penuh selama periode haji berlangsung.

Persiapan Haji Terus Dimatangkan

Arab Saudi terus meningkatkan kesiapan di sektor transportasi, pengamanan, dan pengendalian massa menjelang pelaksanaan ibadah haji 2026.

Dengan jumlah jamaah yang diperkirakan mencapai lebih dari 1,6 juta orang, sistem transportasi modern menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan selama pelaksanaan salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia tersebut.

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini