KNews.id – Jakarta 9 Januari 2026 – Menggunakan pelembap mungkin terdengar seperti rutinitas skincare yang sangat sederhana. Namun menurut para ahli dermatologi, terdapat teknik dan seni tersendiri untuk memastikan produk tersebut bekerja secara maksimal bagi kesehatan kulit.
Pelembap merupakan satu dari tiga pilar utama kesehatan kulit selain pembersih dan tabir surya. Dokter spesialis kulit Marisa Garshick MD menjelaskan fungsi krusial dari produk ini. “Pelembap dirancang untuk menghidrasi kulit dan mendukung penghalang kulit (skin barrier) sekaligus bekerja untuk melembutkan dan menghaluskan kulit,” ujarnya dikutip dari laman Real Simple pada Rabu (7/1/2026).
Ia mengatakan pelembap menggunakan bahan kunci seperti humektan untuk menarik kelembapan, emulien untuk melembutkan, dan oklusif untuk mengunci kelembapan di dalam kulit. Langkah pertama yang paling menentukan efektivitas pelembap adalah pemilihan produk yang sesuai dengan jenis kulit. Dia menyarankan pemilik kulit berminyak atau berjerawat untuk memilih produk non-comedogenic yang biasanya berbahan dasar air dan ringan agar tidak menyumbat pori-pori.
Sebaliknya, bagi mereka yang memiliki kulit kering, dr Garshick merekomendasikan penggunaan krim atau losion yang lebih kental dengan kandungan seperti shea butter atau asam hialuronat. Dokter spesialis kulit lainnya, dr Jeanette Graf, juga mengingatkan bahwa kebutuhan kulit bisa berubah sesuai musim.
“Selama bulan-bulan musim dingin yang dingin, kulit Anda mungkin membutuhkan pelembap yang lebih kaya dibandingkan selama bulan-bulan yang lebih hangat,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan bahwa penggunaan skincare harus memberikan rasa nyaman di kulit. Proses aplikasi pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Para ahli sangat menyarankan untuk mengaplikasikan pelembap saat kulit masih dalam kondisi lembap setelah mencuci muka. Menurut dokter spesialis kulit dr Debra Jaliman, kondisi kulit yang lembap membantu mengunci hidrasi lebih efektif. Dia bahkan menyarankan pemberian sedikit semprotan air ke wajah sebelum mengaplikasikan produk.
Teknik pengaplikasiannya pun sebaiknya dilakukan dengan gerakan ke atas untuk memberikan efek pengangkatan ringan pada wajah. Dokter Mack menambahkan tips khusus mengenai cara meratakannya. “Pelembap berbentuk krim paling baik diaplikasikan dengan cara menepuk-nepuknya secara lembut ke kulit,” kata dia.
Ia juga mengingatkan indikator keberhasilan aplikasi pelembap yaitu saat diaplikasikan, pelembap harus membuat kulit terasa terhidrasi tetapi tidak berminyak. Terakhir, frekuensi penggunaan menjadi kunci konsistensi kesehatan kulit.
Idealnya, pelembap digunakan setidaknya dua kali sehari setelah mencuci muka, yakni pada pagi dan malam hari. Namun, bagi pemilik kulit yang sangat kering atau penderita kondisi peradangan kulit seperti eksim, dr Garshick menyarankan untuk mengaplikasikan ulang pelembap di tengah hari jika diperlukan. Penting untuk diingat bahwa pelembap harus diaplikasikan sebelum tabir surya di pagi hari dan setelah penggunaan produk perawatan lain seperti serum.




