spot_img

Apindo: Lebih Baik Perbaiki Outsourcing daripada Dihapus

KNews.id – Jakarta, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendorong perbaikan skema alih daya atau outsourcing di Indonesia. Tujuannya agar pekerja formal tidak pindah ke sektor informal yang tak punya kepastian upah dan perlindungan ketenagakerjaan.

“Jangan sampai nanti ‘outsourcing’-nya di-stop, mereka pindah ke informal, jadi gak terlindungi sama sekali,” kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, di Jakarta, Jumat (9/5/2025), seperti dilansir Antara.

- Advertisement -

Menurut Bob, skema outsourcing seharusnya tidak selalu dipandang negatif. Sistem ini tetap memberi perlindungan ketenagakerjaan dan kepastian hukum bagi pekerja. Ia mengakui skema outsourcing memiliki kekurangan dalam praktik.

Namun, hal itu dinilai bisa diperbaiki tanpa perlu menghapus sistem tersebut. “Kalau udah jadi pekerja informal, siapa yang ngontrol mengenai upah minimumnya? Siapa yang ngontrol mengenai BPJSnya?” ujarnya.

- Advertisement -

Bob mencontohkan India dan Filipina yang memanfaatkan sistem outsourcing untuk memperkuat sektor ekonomi. India dikenal sebagai penyedia outsourcing teknologi, sedangkan Filipina unggul di sektor layanan jarak jauh dan keperawatan.

“Outsourcing-nya kita perbaiki, perlindungannya kita perbaiki, keahliannya yang diperbaiki, sehingga dia menerima gaji yang layak,” ujarnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pekerja informal naik pada Februari 2025 menjadi 86,58 juta orang. Angka ini setara 59,40 persen dari total penduduk bekerja.

Dalam konferensi pers Senin (5/5), Kepala BPS Amelia Adininggar Widyasanti menyampaikan peningkatan itu didorong oleh bertambahnya penduduk yang berusaha dibantu buruh tidak tetap. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan rencana penghapusan outsourcing muncul sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap buruh.

“Ya, outsourcing ini yang pertama teman-teman, kita harus lihat seperti yang saya sampaikan, respons dari Pak Presiden RI Prabowo Subianto bahwa ini kepedulian beliau menangkap aspirasi dari pimpinan serikat buruh,” kata Yassierli. Ia mengakui praktik outsourcing memang kerap menimbulkan masalah di lapangan.

(FHD/Kmp)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini