APBI: RI Harus Punya PDB Besar untuk Capai NZE di 2060
2 mins read

APBI: RI Harus Punya PDB Besar untuk Capai NZE di 2060

KNews.id –  Ketua Komite Sustainability Asosiasi Perusahaan Batu bara Indonesia (APBI), FH. Kristiono mengatakan, Indonesia setidaknya harus memiliki kapasitas ekonomi atau Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) yang besar. Pernyataan itu dalam konteks mencapai target Net-Zero Emission (NZE) di tahun 2060.

“Agar setidaknya Indonesia mampu beli energi yang lebih bersih,” kata Kristiono dalam diskusi bertajuk ‘Masa Depan Industri Batubara di Tengah Tren Transisi Energi’, di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis.

Namun, Dia juga mempertanyakan bagaimana caranya agar Indonesia bisa memiliki pertumbuhan ekonomi yang besar, sebagai syarat kemampuan untuk mengakses atau membeli energi yang lebih bersih tersebut.

Salah satu caranya yakni dengan menggenjot proses industrialisasi, pada berbagai sektor komoditas yang dinilai memiliki potensi pengembangan yang lebih besar. Sehingga, hal itu akan bisa mendongkrak pertambahan nilai dari komoditas itu sendiri, melalui proses industrialisasi tersebut.

“Maka harus terjadi industrialisasi karena kita perlu industrialisasi tersebut. Sehingga, kita punya batu bara yang apabila dijual setelah diindustrialisasi, maka harganya bisa lebih tinggi dibandingkan ketika dijual begitu saja,” ujar Kristiono.

Terkait industrialisasi itu sendiri, tentunya juga memiliki syarat bahwa harga energi yang dibutuhkan untuk menopangnya juga harus murah dan terjangkau. Sementara, batu bara dinilai sebagai salah satu sumber energi yang harganya masih terbilang terjangkau, untuk mendukung kapasitas industrialisasi tersebut.

Maka itu, Kristiono mengatakan bahwa upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi guna mendongkrak GDP secara nasional, hal itu akan memungkinkan Indonesia untuk bisa membeli energi yang lebih bersih. Sementara, salah satu cara mendongkrak ekonomi nasional adalah melalui industrialisasi, yang membutuhkan sumber energi dengan harga yang murah atau terjangkau seperti misalnya batubara.

“Artinya, yang kita harus lakukan bukanlah menyuntik mati (PLTU) batu bara. Tapi kita harus melakukan gradualisasi tadi. Sehingga, ketika kita mampu beli energi yang lebih bersih karena perekonomiannya menunjang, hal itu akan terjadi ketika industrialisasi-nya juga sudah jadi, dan kembali lagi ke tujuan Net-Zero Emission tadi,” ujarnya.

(Zs/Viv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *