KNews.id – Jakarta, Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umat Islam jika ada bejana yang berisi air dijilat oleh anjing. Hadits itu diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah RA.
إذا ولغ الكلبُ في إناءِ أحدكم فليُرِقْهُ ثم ليَغْسِلْهُ سبعَ مراتٍ
Keutamaan Kuda dalam Islam
Rasulullah SAW bersabda: apabila anjing menjilati bejana seorang antara kalian, maka buanglah airnya kemudian cucilah tujuh kali cucian”.
Buya H Muhammad Alfis Chaniago dalam Indeks Hadits dan Syarah I menjelaskan, sabda Nabi Muhammad SAW tersebut menjelaskan betapa najisnya anjing. Apabila anjing menjilat air yang berada dalam gelas salah seorang dari kita, hendaklah dituangkan air tersebut.
Seterusnya, basuhlah dan samaklah sebanyak tujuh kali. Cara menyamaknya yaitu kita membersihkan bekas anjing tersebut dengan menggunakan tanah dan air sebanyak tujuh kali, najis bekas anjing tidak akan hilang kalau kita ahanya membersihkannya dengan sabun apalagi hanya dengan air.
Najis anjing hanya bisa dihilangkan dengan cara samak. Selain kotoran anjing atau bekas yang dikategorikan najis yang cara membersihkannya dengan disamak yaitu najis babi.
Namun, meski anjing adalah hewan yang mengandung najis, bukan berarti harus membenci anjing. Islam mengajarkan untuk bersikap lembut dan baik terhadap binatang. Hal ini membuktikan Islam sebagai agama yang penuh cinta kasih dan agama cinta damai, dikutip dari buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW yang ditulis Fuad Abdurahman.
Dikisahkan dari hadits Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,
غُفِرَ لِامْرَأَةٍ مُومِسَةٍ مَرَّتْ بِكَلْبٍ عَلَى رَأْسِ رَكِيٍّ يَلْهَثُ قَالَ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ فَنَزَعَتْ خُفَّهَا فَأَوْثَقَتْهُ بِخِمَارِهَا فَنَزَعَتْ لَهُ مِنْ الْمَاءِ فَغُفِرَ لَهَا بِذَلِكَ
“Seorang wanita pezina diampuni oleh Allah. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya di sisi sebuah sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan. Si wanita pelacur tersebut lalu melepas sepatunya, dan dengan penutup kepalanya. Lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya ini, dia mendapatkan ampunan dari Allah” (HR Bukhari- Muslim).
Kisah lainnya, Imam Al-Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah memiringkan bejana untuk seekor kucing agar ia bisa minum air darinya, kemudian beliau berwudhu dengan sisa air dari bejana itu
Kasih sayang terhadap binatang merupakan ciri dari pergaulan sehari-hari Rasulullah SAW. Perilaku ini tidak luput dari perhatiannya, di mana beliau tidak pernah lupa memberi makan binatang serta tidak membiarkan kelaparan.
“Beliau bahkan tidak pernah membiarkan seekor binatang apapun itu dalam keadaan mati kelaparan,” kata Muhammad Ismail Al-Jawasy dalam bukunya “Nabi Muhammad Sehari-Hari”.
Menurut Rasulullah merupakan sebuah dosa yang layak untuk diganjar dengan seberat-beratnya hukuman bagi orang yang secara sengaja membiarkan seekor binatang kelaparan, dan tiada lain balasan untuk orang tersebut melainkan ancaman api neraka.
Rasulullah SAW bersabda “Seorang perempuan telah masuk neraka disebabkan ia menahan makanan yang hendak dimakan oleh seekor kucing, sampai menyebabkan kucing itu mati. Maka perempuan itu pun masuk neraka.”




