spot_img

Apa Sebenarnya Kebahagiaan di Dunia? Benarkah Cukup dengan Kekayaan dan Keturunan?

KNews.id – Jakarta – Manusia terus mencari kebahagiaan. Namun, banyak di antara mereka yang tersesat dari jalan menuju kebahagiaan yang sejati. Mereka berlari mengejar fatamorgana yang tidak memiliki hakikat.

Mereka justru menjalani kehidupan yang penuh kesengsaraan dan kegelisahan, bahkan sebelum datangnya kehidupan akhirat. Mengapa demikian? Karena seluruh hidup mereka dihabiskan untuk menjaga, mengembangkan, dan mempertahankan kekayaannya. Mereka terus dihantui rasa cemas dan takut kehilangan harta yang dimiliki.
Betapa banyak orang yang memiliki kekayaan hingga miliaran, tetapi hidupnya dipenuhi kecemasan. Mengapa mereka begitu takut? Mengapa hati mereka tidak pernah tenang? Karena mereka selalu khawatir hartanya lenyap, dirampas oleh musibah, krisis ekonomi, peperangan, atau berbagai peristiwa yang dapat menghilangkan seluruh kekayaannya.
Berapa banyak orang kaya yang menjadi korban penculikan atau pembunuhan karena kekayaannya. Bahkan, tidak sedikit orang yang justru kehilangan kebebasan akibat hartanya. Mereka tidak dapat berjalan dengan leluasa, tidak bisa bepergian sesuka hati, bahkan tidak dapat tidur dengan tenang.
Semua itu terjadi karena kekayaan yang mereka miliki. Lebih dari itu, tidak sedikit orang yang suatu ketika memiliki harta berlimpah, namun kemudian seluruh kekayaannya lenyap karena berbagai sebab, sehingga sisa hidupnya dijalani dalam penderitaan dan kesedihan.
Karena itu, harta semata tidak cukup untuk menghadirkan kebahagiaan. Kekayaan saja tidak mampu memberikan ketenangan hidup. Salah satu ilusi terbesar tentang kebahagiaan adalah anggapan bahwa kebahagiaan pasti diperoleh melalui kekayaan dan kesuksesan dalam berdagang.
Padahal, seseorang baru benar-benar dapat merasakan kebahagiaan melalui hartanya apabila harta itu diperoleh dengan cara yang halal dan tidak membuatnya lalai dari mengingat Allah SWT. Sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan hamba yang saleh. Sebaliknya, apabila harta diperoleh dari jalan yang haram, maka ia justru menjadi sumber azab. Rasulullah SAW bahkan berdoa:

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini