KNews.id – Jakarta – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri secara terbuka minta maaf kepada seluruh masyarakat Bali atas kendala antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di berbagai SPBU dalam beberapa hari terakhir. Simon Mantiri mengatakan kendala distribusi tersebut dipicu oleh kendala teknis pada salah satu kapal pengangkut saat proses bongkar muat logistik BBM.
Menurutnya, gangguan pada bagian jangkar kapal membuat jadwal sandar dan bongkar muat yang semula direncanakan pada Senin (12/10) pagi pukul 06.30 WITA menjadi mundur pukul 22.00 WITA.
“Pertama-tama atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kejadian antrean BBM di SPBU-
SPBU yang berada di wilayah Bali,” kata Simon Mantiri, Selasa (13/10). Simon Mantiri mengakui adanya faktor peningkatan konsumsi masyarakat Bali terhadap produk BBM bersubsidi akibat disparitas harga yang cukup jauh di pasaran. Lonjakan porsi penggunaan BBM bersubsidi tersebut turut memengaruhi dinamika ketersediaan di tingkat penyaluran bawah.
“Ya, tentunya memang salah satu karena Pertalite ya, itu kan yang subsidi.
Jadi, ada porsi peningkatan penggunaan BBM bersubsidi, tetapi sekali lagi ini hanya salah satu faktor dan tentunya kami harus melihat secara keseluruhan,” ujar Simon Mantiri dilansir dari Antara. Meski demikian, PT Pertamina menegaskan bahwa berbagai kendala teknis maupun faktor peningkatan konsumsi tidak menjadi alasan pembenaran atas kelangkaan BBM yang dirasakan masyarakat Bali.
Oleh karena itu Pertamina Patra Niaga langsung mengeksekusi sejumlah langkah penanganan bersama Pemprov Bali. Langkah pertama yang dijalankan adalah meningkatkan pasokan pengiriman dari armada kapal yang ada serta melakukan peninjauan langsung ke lokasi penyandaran kapal tanker.
PT Pertamina juga mempercepat proses distribusi BBM dari seluruh depo pengisian menuju ke masing-masing jaringan SPBU. Upaya penguraian antrean juga dilakukan dengan mengubah operasional sejumlah SPBU strategis menjadi pelayanan penuh selama 24 jam.
Layanan 24 jam bahkan telah diberlakukan di wilayah Denpasar dan Badung, menyusul kemudian Tabanan dan Gianyar dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Seluruh rangkaian langkah cepat ini diarahkan untuk menjamin kecepatan distribusi serta menenangkan masyarakat agar tidak perlu merasa khawatir,” ucapnya.
Seluruh SPBU juga telah diinstruksikan agar memasang pengumuman yang menginformasikan ketersediaan stok serta status operasional 24 jam.
Dengan transparansi informasi tersebut, masyarakat Bali diharapkan dapat memantau ketersediaan pasokan secara langsung dan mengatur waktu pengisian bahan bakar dengan lebih tenang.
Menurut Simon, upaya perbaikan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang selalu menekankan pentingnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami, kami akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Simon Mantiri.






