spot_img
Minggu, Juli 14, 2024
spot_img

Anies Kalah Tidak Merugi, Siapa Untung ? Jika Anies Menang ?

Oleh : Damai Hari Lubis – Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212

KNews.id – Partai Apa yang diuntungkan oleh Anies, ketika dirinya tidak jelas warna jaketnya entah biru hijau atau kuning.

- Advertisement -

Hanya remang-remang seolah Anies berasal dari partai biru nasdem, tanpa pernah Anies beri kejelasan transparan kepada bangsa ini, sehingga, apabila tolak ukur pencapaian cita atau hasrat kepentingan dalam pemaknaan pragmatis, maka partai yang diuntungkan dirangkul sepertinya “posisi biru di kabinet”.

Jadi ujung-ujungnya apakah suara ummat yang mendukung Anies akan berlabuh di kabinet lalu partai tersebut akan mewakili suara ?

Tidak juga, ketika menjadi menteri maka sosoknya harus tunduk patuh kepada eks lawan dalam pemilu, bahkan perlu menjilat dengan puji-pujian.

Lalu apa manfaat bagi para konstituen Anies, yang oleh sebab politik, berubah menjadi suara-suara yang seolah berbuah representatif sosok menteri dari partai. Lalu bagaimana jika kelompok pendukungnya (eks pecinta Anies) tetap kritisi pemerintahan ? Apakah suaranya akan ditampung dan disambut dengan baik oleh sang menteri utusan partai ? Jawabnya, PASTI TIDAK. Selain fungsi menteri adalah eksekutif berbeda fungsi dengan legislatif, mereka justru pembantu yang harus patuhi apapun perintah Presiden.

- Advertisement -

Andai pun serius ingin tunjukan pro rakyat paling sang menteri mundur dari kabinet, itu pun hanya karena terpaksa. Diantaranya, ada salah satunya, ketika sang menteri sekaligus bakal cawapres, seperti Mahfud MD. Yaitu mundur setelah diteriaki banyak pihak di berbagai media sosial.

Maka, apakah Anies yang kalah dalam pilpres 2024 atau andai kalah dalam pilgub DKI dapat membantu warga kelompok masyarakat yang mendukungnya lalu turun ke jalan-jalan memperjuangkannya ?

Silahkan publik flashback lalu mencoba menjawab dengan seksama, apa langkah progresif atau seruan Anies saat pra atau saat berlangsung pemilu dan atau pasca pilpres 2024. Untuk upaya melawan temuan kecurangan KPU dan para rezim ? Sekedar normatif, kata Anies, ” kita akan melakukan perlawanan upaya hukum di MK. Atau ada yang lebih jelas daripada analogi kekalahan ? Agar “balancing factor” yang dialami, bagaimana jika Anies menang ? Jawabannya adalah pertanyaan berbalik ? Flash back melalui track record Anies ;

1. Apa yang Ia lakukan terhadap warganya yang menjadi korban KM.50 ?

2. Apa yang Ia lakukan terhadap korban warga DKI Seorang Ulama Besar yang pernah kepalanya menjadi kaki, kaki jadi kepala yang berperan besar memenangkannya di Pilgub 2017 ? Atau pernahkah kunjungi beliau saat hijrah atau saat di sel ?

Oleh sebab sejarah tak boleh berbohong, maka tentu saja pola menjawabnya dari beberapa pertanyaan mudah, “tak usah bertanya kepada rumput yang bergoyang !?

Namun pastinya dengan modal kerja atas dasar kejujuran dan kecerdasan Anies. Seorang Anies yang saat ini boleh jadi sebagai SALAH SEORANG JATIDIRI YANG PATUT mendapat dukungan baik Pilgub atau pilpres (2029) ? atau jabatan apapun yang Anies inginkan, selain terbukti sukses memimpin DKI Jakarta. Selain sejarah keinginan rakyat banyak, Anies For Presiden 2024. Dan selanjutnya for presiden 2029 ?? Demi untuk melahirkan perubahan pada banyak sistim. Namun dukungan terhadap Anies harus dengan karakteristik serius, dalam makna tidak boleh tanggung-tanggung, ibarat slogan bergaransi praktek nyata, “Anies menang harga mati.”

Sebaliknya jika hanya sekedar “simbol dukungan” terhadap Anies, maka akan mendapat lawan tangguh yang juga punya slogan “menang harga mati untuk mempertahankan sistem yang ada.”

Dan konsekuensinya ketika Anies menang,, dirinya yang dikenal jujur dan inovasi harus terus berada pada rel-nya dan semakin perbanyak buah karya dan kepemimpinannya tak bakal goyah karena mendapat dukungan rakyat banyak (supported by the people). Jika perilaku Anies bertentangan dari role model, ditambah oleh sebab jaket patai berasal dari warna abu abu. Sebaliknya, ketika ada seorang rakyat tanpa menjerit keras, maka akan disambut mayoritas partai di parlemen dan Anies hancur, lalu tersapu lengser terkena badai hak angket.

(Zs/NRS)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini