Oleh : Sutoyo AbadiĀ
KNews.id – Jakarta 6 Januari 2026 – Kebenaran selalu sederhana dan jujur, sedangkan kebohongan selalu rumit dan berkelok – kelok ( Leo Tolstoy).
Dalam hukum negara dan hukum internasional, tidak ada satu pun alasan yang membenarkan penundaan penyelamatan manusia, apa pun dan dimanapun penyebab bencananya.
UUD 1945 ( asli ) menegaskan bahwa hak untuk hidup adalah hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun, dan bahwa perlindungan serta pemenuhannya adalah tanggung jawab negara, terutama Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi.
Bahkan secara moral, ia menuntut respons yang lebih cepat dan lebih tegas, bukan dan tidak digantikan dengan pidato heroik kosong yang memuakkan.
Prabowo Subianto berkali kali dengan nada heroik ingin mati bersama rakyat. Rakyat menyambut dengan gegap gegempita, “Ini heroikĀ menunjukkan sifat kepahlawanan, seperti keberanian luar biasa dalam menghadapi tantangan, seperti magnit menggambarkan tindakan gagah berani yang melibatkan pengorbanan demi kebenaran atau kebaikan”.
Tidak pernah curiga dengan bersembunya sifat *Enigmatik”, yaituĀ teka-teki sifat yang menggambarkan sesuatu yang misterius atau sulit diinterpretasikan, ahirnya membuat orang bertanya-tanya. Sifat ini sering digunakan untuk orang, ekspresi, atau pesan yang ambigu dan membingungkan.
Sangat mungkin Prabowo Subianto, pernah melewati masa Episodik riwayat atau peristiwa yang seakanāakan dirinya sedang berada dalam satu rangkaian cerita yang lebih besar sebagai pahlawan yang heroik.
Prabowo Subianto beberapa kali menyatakan “kesiapan untuk mati demi rakyat sebagai bentuk kehormatan dan komitmennya”, saat di Kejaksaan AgungĀ Ā (24/12/2025)Ā serta di Kongres Muslimat NU (10/2/2025), _”menegaskan ia akan berjuang bersama rakyat Indonesia hingga akhir hayatnya, bukan hanya saat ada masalah tetapi juga dalam konteks menghadapi kekuatan asing atau tantangan negara” dan “menyatakan ingin berbakti kepada rakyat sebelum dipanggil Yang Maha Kuasa, ingin melihat rakyat makmur dan anak-anak tersenyum”. (10/12/ 2023) sebelum menjadi presiden.
Setelah menjadi Presiden terpaan ujian sebagai presiden datang bertubi – tubi, terahir banjir bandang di Sumatra, ribuan rakyat mati diterjang banjir.
Rakyat serentak berharap presiden bergerak cepat mengatasi bencana yang membawa korban kematian disana sini.Ā Presiden bisa tampil heroik menunjukkan tekad dan tindakan segera mengatasi bencana yang menimpa rakyat sesuai janjinya siap mati bersama rakyatnya, sekalipun tidak harus mati bunuh diri bersama korban banjir di Sumatera.
Rakyat benar benar di buat termangu ketika bencana datang, kematian bergelimangan, rumah lenyap terbawa arus.Dengan berbagai alasan Presiden menolak bantuan tanggap darurat dari sesama negara.
Korban kematian tidak bisa ditransaksikan apalagi dengan alasan politik licik dibelakangnya. Macam-macam kejadian memilukan terkesan presiden pongah kegedean empyak kurang jagak ( merasa bisa tetapi tidak bisa berbuat apa apa )
Ternyata ucapan heroiknya menyelinap sifat enigmatiknya. Rakyat baru sadar seraya bergumam dimana dedikasi dan kesediaan Prabowo untuk berkorban demi rakyat dan negara,Ā sebagai pemimpin yang setia pada amanah rakyat, ternyata semua kosong.
Kata bijak dari Abe Lincoln: āYou can fool all the people some of the time, and some of the people all the time, but you cannot fool all the people all the time. ( Anda bisa membodohi semua orang pada suatu waktu, dan beberapa orang sepanjang waktu, tapi Anda tidak bisa membodohi semua orang sepanjang waktu ).
(FHD/NRS)




