Anaknya Tak Lolos PPDB Zonasi, Viral Sang Ayah Ukur Jarak Rumah ke Sekolah
3 mins read

Anaknya Tak Lolos PPDB Zonasi, Viral Sang Ayah Ukur Jarak Rumah ke Sekolah

KNews.id – Jarak rumah ke sekolah hanya 700 meter tapi anaknya tak lolos PPDB zonasi, sang ayah nekat ukur pakai kayu. Aksi seorang ayah yang nekat ukur jarak rumah ke sekolah secara manual yakni menggunakan kayu karena anaknya tak lolos PPDB zonasi viral di media sosial.

Sang ayah di Bogor tersebut kesal dan kecewa anaknya tak berhasil lolos PPDB jalur zonasi. Padahal jarak rumahnya ke sekolah kurang dari 1 km. Namun, sang anak justru tak diterima PPDB jalur zonasi dan ia merasa ada kecurangan yang membuat anaknya tak lolos.

Tingkah orang tua yang kecewa lantaran buah hatinya tak berhasil lolos itu pun menuai sorotan usai diunggah akun instagram @folkshitt, Jumat (21/6/2024). Dalam video tersebut, tampak seorang pria yang tampak memegang batang pohon dengan panjang sekitar 1 meter.

Sembari berjalan kaki, pria tersebut secara perlahan menggulingkan batang pohon yang dipegangnya ke jalanan. Rupanya pria tersebut sedang mengukur secara manual jarak antara rumah dan SMAN 3 Bogor usai anaknya dinyatakan gagal lolos PPDB jalur zonasi.

Ia mengukur sendiri panjang jalan dari rumah menuju SMAN 3 Bogor dengan menggunakan ranting pohon. Padahal diterangkan Billy Adhiyaksa, jarak antara rumahnya dengan sekolah sangatlah dekat, bahkan kurang dari 1 km.

“Saya mau memastikan bahwa rumah saya dan sekolah itu jaraknya hanya 10 menit kalau berjalan kaki,” katanya. Billy Adhiyaksa hanya ingin ia mendapatkan haknya yaitu sang buah hati bisa sekolah dekat rumah.

“Saya harap kami sebagai warga di sekitar sini punya hak bersekolah di sini tapi ternyata kamu tidak mendapat keadilan,” imbuh Billy Adhiyaksa. Setelah mengukur secara manual, didapat jarak antara rumah Billy Adhiyaksa dan sekolah hanya berjarak 702 meter.

Selain Billy Adhiyaksa, pria bernama Slamet Riyadi juga mengeluhkan hal sama meski rumah mereka sangat dekat dari SMAN 3 Bogor.

“Titiknya lari-larian terus, dulu pakai gang, rumah saya dalam gang tapi kelihatan dari jalan,” paparnya, mengutip Banjarmasin Post.

Walau masih dalam 1 Kelurahan, Slamet menuturkan, putranya gagal lolos. Dengan banyaknya warga yang tak berhasil lolos PPDB jalur zonasi meski berada di kawasan berdekatan, para orang tua pun mencurigai. Yakni ada banyaknya siswa baru yang menumpang Kartu Keluarga.

Sementara pihak SMAN 3 Bogor menuturkan, hanya menerima 160 siswa baru dengan jalur zonasi. Hingga kini video aksi orang tua siswa ukur jarak ke sekolah pakai meteran tersebut sudah menyita perhatian netizen.

Tak sedikit netizen yang memberikan komentar beragam soal PPDB jalur zonasi yang dinilai kontroversial. Sejumlah netizen pun curiga banyaknya kecuringan dalam sistem PPDB zonasi tersebut. Ada juga netizen yang menyarankan agar pemerintah kembali memberlakukan sistem nilai.

Berikut beragam komentar netizen:

“Masih mending lewat Nem atau nilai murni UN.. Terbukti kualitasnya di sekolah.. banyak sekolah favorit yg dari dulu terkenal ketat persaingannya, setelah adanya zonasi jadi menurun kualitas anak didiknya.. ini dirasakan semua guru.. namun apapun itu semoga ada jalan keluar yang bisa menjadi solusi saat ini.. semoga pendidikan Indonesia secepatnya menjadi lebih baik lago”

“Orangtua yg melakukan kecurangan dan sekolah ikut juga menerima kecurangan, kasian anaknya pak, dia sekolah udah gak halal, ilmunya gak berkah… Sekolah dimanapun sama bagusnya, cuma gara2 gak di sma favorit jd berlaku curang”

“Luar biasa perjuangan org tua utk menyekolahkan anaknya.. Semangat Bapak2,” tulis beragam komentar netizen.

“Lah emang ga ada sosialisasi penghitungan jarak itu ditarik secara garis lurus? Gunanya google maps apa dong”

“PPDB Zonasi jadi ajang jual beli bro, banyak kasusnya di daerah gue dari tahun lalu”

(Zs/Trbn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *